Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Wayang: Jendela Budaya Indonesia, Pembentuk Karakter Bangsa, dan Warisan Dunia UNESCO

Silva Ayu Triani • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 21:10 WIB
Wayang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia dan menjadi sarana pendidikan budi pekerti.
Wayang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia dan menjadi sarana pendidikan budi pekerti.

RADARTUBAN - Wayang merupakan seni tradisional yang lebih dari sekadar pertunjukan bayangan.

Seni ini telah menjadi sarana pembentukan karakter dan pendidikan budi pekerti dalam masyarakat Indonesia sejak lama.

Dilansir dari YouTube Podcast Nusantara, wayang mengisahkan cerita-cerita yang mengandung nilai moral dan filosofi kehidupan, yang mengatur tata laku dan tutur manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Budaya asli Indonesia ini tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mendapat pengakuan dunia sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari UNESCO.

Marsekal Madya TNI (Purn) FH Bambang Sulistyo, Ketua Umum Senawangi - Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia mengungkapkan cerita dalam wayang berasal dari kisah-kisah hidup manusia yang disampaikan secara simbolik melalui tokoh-tokoh pewayangan.

Sebagian besar tokoh wayang diambil dari dewa-dewi dalam tradisi Hindu dan tradisi Jawa.

"Wayang adalah pembentuk karakter. Cerita wayang merupakan penggalan kisah hidup manusia untuk mengatur laku dan tutur," ujar Bambang.

Tokoh-tokoh dalam wayang seperti Semar, Gareng, dan Petruk, mewakili kepercayaan dan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

Pengakuan UNESCO terhadap wayang sebagai Warisan Budaya Tak Benda menegaskan pentingnya pelestarian seni ini sebagai bagian dari identitas bangsa.

"Penetapan wayang sebagai warisan budaya dunia bukan hanya penghargaan, tetapi juga tanggung jawab kita untuk melestarikannya," ungkapnya.

Wayang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga sebagai media pendidikan moral dan nilai-nilai budaya yang sangat dibutuhkan di era modern.

Pada tanggal 7 November 2003, UNESCO secara resmi menetapkan wayang, terutama wayang kulit, sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Penetapan ini merupakan pengakuan global akan kedalaman sejarah, kekayaan nilai budaya, dan pesan moral yang disampaikan melalui wayang.

Warisan budaya tak benda ini menjadi simbol kebanggaan nasional sekaligus representasi budaya Indonesia di panggung dunia.

Secara historis, wayang telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat sejak masa kerajaan Hindu-Buddha.

Pertunjukan wayang kerap digunakan untuk menyampaikan ajaran agama serta nilai-nilai moral.

Pengaruh kepercayaan Hindu dan budaya Jawa menyatu dalam tokoh-tokoh wayang, yang menjadikan seni ini unik dan otentik sebagai warisan budaya Indonesia.

Hal ini penting diketahui untuk menegaskan bahwa wayang adalah milik bangsa Indonesia sekaligus bagian dari peradaban dunia.

Keberadaan wayang dan nilai-nilainya menjadi aset budaya nasional yang harus dijaga keberlanjutannya.

Melalui pertunjukan dan pembelajaran nilai budi pekerti, wayang berperan penting dalam membentuk karakter manusia Indonesia.

Lebih dari sekadar seni tradisional, wayang adalah jendela budaya yang mendalam dan sarana pengakuan dunia terhadap kekayaan budaya Indonesia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#budaya indonesia #pendidikan moral #Identitas Bangsa #warisan budaya #wayang #semar #warisan budaya tak benda #unesco #petruk #gareng #hiburan