RADARTUBAN - Ahli saraf Jamey Maniscalco, Ph.D., mengungkapkan enam kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari dapat merusak otak dan berisiko menurunkan fungsi kognitif sekaligus memicu penyakit.
Kebiasaan-kebiasaan ini, jika diteruskan dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko gangguan otak seperti demensia dan Alzheimer.
Berikut keenam kebiasaan tersebut:
1. Sering begadang atau kurang tidur
Kebiasaan ini meningkatkan beban kerja otak dan mengganggu proses istirahatnya.
Namun dapat berpotensi merusak fungsi memori dan konsentrasi.
2. Konsumsi junk food secara berlebihan
Makanan tinggi lemak jenuh dan gula seperti gorengan dan minuman ringan dapat menurunkan daya ingat dan kesehatan mental secara keseluruhan.
3. Mendengarkan musik dengan volume sangat keras menggunakan earphone
Hal ini membuat otak bekerja keras memahami suara, menghambat penyimpanan memori suara dan membahayakan pendengaran.
4. Sering menyendiri dan kurang interaksi sosial
Keterhubungan sosial penting untuk menjaga kesehatan otak dan mengurangi risiko penurunan fungsi kognitif.
5. Melewatkan sarapan
Kurangnya asupan nutrisi penting di pagi hari dapat menurunkan konsentrasi dan daya ingat karena otak kekurangan gula darah yang dibutuhkan sebagai sumber energi.
Multitasking berlebihan yang dapat menurunkan fokus dan bahkan penurunan menyebabkan kepadatan otak di bagian yang mengatur kontrol kognitif dan emosional.
Menjaga kesehatan otak memerlukan pola hidup sehat, termasuk cukup tidur, konsumsi gizi seimbang, interaksi sosial yang baik, serta waktu istirahat dari gadget dan volume suara yang aman.
Menghindari keenam kebiasaan tersebut dapat membantu otak tetap optimal dalam menjalankan fungsinya sehari-hari. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama