Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

PHK Massal di Perusahaan Jadi Bukti Bahwa Masalah Bisnis Ada di Orang Bukan di Strategi

Erlina Alfira Qurrotu Aini • Kamis, 23 Oktober 2025 | 23:00 WIB
Ilustrasi seorang pekerja yang terkena PHK.
Ilustrasi seorang pekerja yang terkena PHK.

RADARTUBAN - Fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal, yang menurut data Kemnaker telah mencapai 44 ribu orang dari Januari hingga Agustus 2025, kembali menjadi sorotan.

Angka ini menegaskan bahwa strategi instan seperti memecat karyawan ketika tim tidak berkinerja optimal bukanlah solusi jangka panjang yang berkelanjutan.

Praktik PHK yang berulang justru melambatkan pertumbuhan bisnis karena proses rekrutmen dan adaptasi tim baru harus dimulai dari nol, membuang waktu dan biaya yang besar.

Hal ini menunjukkan bahwa strategi tersebut tidak selalu membawa hasil positif jangka panjang.

Dalam podcast kita kasi solusi di kanal YouTube kasisolusi (10/10), Hegi Harjoyo, Owner Harjoyo Corporate Center, hadir untuk memberikan perspektif baru.

Menurutnya, banyak bisnis berhasil membangun sistem, indikator, dan strategi.

Namun seringkali terhenti ketika harus berhadapan dengan masalah "orang" atau Sumber Daya Manusia (SDM).

“Bisnis sesungguhnya hanya dapat tumbuh dan berkembang seiring dengan peningkatan kapasitas dan kapabilitas orang-orang di dalamnya,” ungkap Hegi.

Dengan kata lain, masalah performa tim yang kurang optimal tidak selalu disebabkan oleh individu karyawan, melainkan bisa jadi karena sistem pengembangan dan pengelolaan SDM yang belum optimal.

Inilah mengapa Learning & Development (L&D) atau Pembelajaran dan Pengembangan menjadi investasi strategis yang sangat penting.

L&D memastikan setiap individu dalam organisasi memiliki kemampuan yang tepat untuk menghasilkan kinerja unggul.

Fondasi ini harus dimulai dari hulu, yaitu sistem seleksi SDM yang baik.

Proses asesmen yang komprehensif, mencakup tes minat, kecerdasan, dan karakter, sangat membantu untuk menemukan individu yang benar-benar fit dengan kebutuhan dan budaya bisnis.

Membangun sistem People Development yang kokoh adalah cara bisnis memaksimalkan potensi internal dan meminimalisir risiko kelumpuhan akibat tingginya tingkat perputaran karyawan (turnover).

L&D bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan investasi penting bagi masa depan bisnis dengan program terstruktur dan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM, baik secara individual maupun kolektif.

Kasus PHK massal harus menjadi peringatan bagi perusahaan untuk meninggalkan metode instan dan beralih pada pembangunan fondasi SDM yang kuat.

Baca Juga: Honorer Tak Akan Di-PHK! RSM Jadi Jalan Pintas Bupati Tuban Mas Lindra Selamatkan R4 Tuban

Mulai dari perekrutan yang tepat hingga pengembangan berkelanjutan.

Melalui pendekatan ini, bisnis tidak hanya akan mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi, tetapi juga siap untuk berkembang secara berkelanjutan di tengah dinamika pasar.

Untuk mendukung pergeseran pola pikir ini, program-program L&D seperti "Sekolah HRD" dan "Fast-Track Leadership" ditawarkan sebagai solusi nyata yang dapat diikuti oleh para pelaku bisnis dan praktisi SDM untuk meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia di organisasi masing-masing.

Bisnis cuma bisa tumbuh sejauh kemampuan orang-orang di dalamnya ikut tumbuh. Belajar langsung dari expert, praktek dan diskusi bersama, serta networking bareng pebisnis sukses merupakan kunci meraih sukses di era kompetitif ini. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#bisnis #kerja #strategi #SDM #rekrutmen #karyawan #phk