Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Seni Tidak Ikut-ikutan: Keberanian Jadi Diri Sendiri di Tengah Dunia yang Viral

M. Afiqul Adib • Sabtu, 1 November 2025 | 02:43 WIB
Seni tidak ikut-ikutan, keberanian jadi diri sendiri.
Seni tidak ikut-ikutan, keberanian jadi diri sendiri.

RADARTUBAN - Kita hidup di zaman ketika semua orang ingin terlihat, ingin viral, dan ingin menjadi bagian dari tren.

Dari challenge TikTok hingga opini dadakan di Twitter, semua berlomba jadi yang paling cepat, paling lucu, paling relevan.

Namun di tengah hiruk-pikuk itu, ada satu bentuk keberanian yang jarang dibicarakan: berani untuk tidak ikut-ikutan.

Sebab, terkadang, yang paling waras bukanlah yang paling ramai, melainkan yang tahu kapan harus diam.

Viral Bukan Selalu Bermakna

Menjadi viral sering dianggap sebagai pencapaian.

Namun, viral tidak selalu berarti penting.

Banyak hal menjadi viral karena absurd, sensasional, atau sekadar kebetulan.

Kita terbiasa mengukur nilai dari jumlah views, bukan dari isi.

Akibatnya, kita tergoda untuk ikut-ikutan, bukan karena percaya, tetapi karena takut ketinggalan.

Padahal, tidak semua hal perlu diikuti, tidak semua tren perlu ditiru, dan tidak semua suara perlu disuarakan ulang.

Ikut-ikutan Bisa Jadi Bentuk Kehilangan Diri

Ketika kita terlalu sering ikut-ikutan, kita mulai kehilangan arah.

Kita tidak tahu lagi mana yang benar-benar kita suka dan mana yang hanya kita tiru.

Kita tidak lagi tahu mana pendapat kita sendiri dan mana suara orang lain yang kita ulang.

Di titik itu, kita bukan lagi bagian dari tren, melainkan hanya menjadi bayangan, menjadi gema, dan penonton yang pura-pura jadi pemain.

Menolak Ikut-ikutan Adalah Seni yang Diam-Diam Kuat

Menolak ikut-ikutan bukan berarti antisosial, melainkan bentuk seleksi, kendali diri, dan kesadaran bahwa tidak semua hal harus kita masuki, tidak semua panggung harus kita naiki, dan tidak semua sorotan harus kita kejar.

Seni untuk tidak ikut-ikutan adalah seni untuk tetap jadi diri sendiri, untuk tetap punya ruang berpikir, dan untuk tetap punya suara yang tidak dibentuk oleh algoritma.

Menjadi Biasa di Tengah yang Luar Biasa

Di dunia yang sibuk tampil, menjadi biasa adalah bentuk perlawanan.

Di dunia yang sibuk bicara, memilih diam adalah bentuk kebijaksanaan.

Dan di dunia yang sibuk ikut-ikutan, memilih jalan sendiri adalah bentuk keberanian.

Sebab, pada akhirnya, yang paling viral belum tentu paling bernilai.

Namun, yang paling jujur akan selalu punya tempat di hati yang tenang. (*/tia)

Editor : radar tuban digital
#dunia #bayangan #pencapaian #Kehilangan arah #Pendapat #Percaya #ketinggalan #tren #Sensasional #Perlawanan #tiktok #twitter #diam #antisosial #viral