Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sejarah Penemuan Nomor Ukuran Sepatu: Dari Butir Jelai hingga Standar Modern

Bihan Mokodompit • Kamis, 6 November 2025 | 18:23 WIB
Ilustrasi orang sedang melihat ukuran sepatu.
Ilustrasi orang sedang melihat ukuran sepatu.

RADARTUBAN - Sejarah nomor ukuran sepatu dimulai sejak zaman dahulu ketika alas kaki masih dibuat khusus sesuai kaki pemakainya, dan baru kemudian berkembang menjadi sistem yang kita kenal sekarang.

Sistem ini berakar dari ukuran berdasarkan barleycorn (butir jelai) hingga perangkat pengukuran modern, seperti Brannock Device, yang mendukung produksi massal.

Awal Mula Sistem Ukuran Sepatu

Pada masa ketika setiap sepatu dibuat secara individual oleh pembuat sepatu (cobbler), belum ada standar baku untuk menentukan ukuran.

Namun, kemudian muncul sistem yang menggunakan barleycorn sebagai satuan panjang: satu butir jelai dianggap sekitar 1/3 inci, dan sistem ini mulai digunakan di Inggris.

Sebagai contoh, disebutkan bahwa pada tahun 1324 M, Raja Edward II mengeluarkan dekrit bahwa satu inci sama dengan tiga barleycorn.

Dari situlah kemudian sistem ukuran sepatu mulai terbentuk, mewakili panjang kaki dalam satuan butir jelai, dan kemudian perlahan-lahan berkembang menjadi sistem yang lebih kompleks.

Sistem ini kemudian menjadi bagian dari dasar sistem ukuran di wilayah berbahasa Inggris.

Evolusi ke Sistem Industri dan Modern

Saat industri alas kaki mulai berkembang, kebutuhan untuk ukuran standar menjadi semakin penting agar produksi massal dapat berjalan.

Misalnya, pada akhir abad ke-19 seorang pengusaha Amerika, Edwin Simpson, memperkenalkan sistem ukuran dengan kenaikan 1/3 inci untuk ukuran penuh dan 1/6 inci untuk setengah ukuran.

Kemudian pada tahun 1925, Charles F. Brannock menciptakan perangkat pengukur kaki yang kini dikenal sebagai Brannock Device, yang dapat mengukur panjang dan lebar kaki sekaligus.

Selain itu, sistem internasional, seperti Mondopoint juga diperkenalkan pada tahun 1970-an untuk standar ukuran sepatu yang mencakup panjang dalam milimeter dan lebar.

Mengapa Sistem Ukuran Sepatu Masih Beragam

Meskipun telah ada banyak sistem, kenyataannya ukuran sepatu tetap beragam antar negara dan merk.

Hal ini karena sistem yang berbeda (seperti sistem Inggris, Amerika Serikat, Eropa) berkembang secara terpisah dan menggunakan satuan berbeda pada dasarnya.

Contohnya, sistem Inggris menggunakan kenaikan berdasarkan barleycorn, sedangkan sistem Eropa memakai “Paris point” yang setara sekitar ⅔ sentimeter.

Lebih lanjut, faktor lebar kaki, bentuk last (cetakan kaki) dan bahkan strategi produksi tiap merek turut mempengaruhi ukuran.

Sebagaimana dijelaskan: “the US, UK and EU sizing systems evolved separately” dalam sumber luar negeri.

Dengan demikian, memahami sejarah ukuran sepatu menjadi penting agar kita tidak terkejut ketika menemukan bahwa ukuran yang sama pada satu merek berbeda pada merek lain.

Sejarah nomor ukuran sepatu memberikan pemahaman bahwa ukuran yang kita lihat di kotak sepatu bukanlah sekadar angka asal-asalan, melainkan hasil evolusi panjang, dari sistem barleycorn di abad pertengahan, pengukuran industri oleh Brannock, hingga sistem internasional modern seperti Mondopoint.

Sistem ukuran sepatu, walaupun telah mengalami banyak perubahan, masih menghadapi tantangan ragam standar dan kebutuhan pas yang tepat.

Dengan mengetahui sejarah dan sistem ukuran sepatu ini, kita sebagai konsumen dapat lebih bijak dalam memilih dan memahami ukuran sepatu yang pas untuk kaki kita, bukan hanya dari angka ukuran saja, tetapi juga memahami konteks sistem di baliknya. (*/lia)

Editor : radar tuban digital
#nomor #industri alas kaki #sepatu #sejarah #internasional #Evolusi #sistem #pembuat #ukuran