Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Inilah Alasan Kenapa Jangan Berusaha Jadi Orang Tua yang Sempurna untuk Anak

M. Afiqul Adib • Sabtu, 8 November 2025 | 15:05 WIB
Menjadi orang tua yang manusiawi, dan kesalahan dalam parenting
Menjadi orang tua yang manusiawi, dan kesalahan dalam parenting

RADARTUBAN - Di tengah tuntutan zaman dan tekanan sosial media, banyak orang tua merasa harus jadi sempurna.

Harus sabar setiap saat, harus tahu semua jawaban, harus selalu kuat.

Padahal, seperti yang dikatakan oleh psikolog Caca Tengker dalam sebuah obrolan podcast: “Anak nggak butuh orang tua yang sempurna. Anak butuh orang tua biasa. Yang terus belajar. Yang kadang bingung. Yang kadang salah. Tapi tetap berusaha.”

Jadi Orang Tua Itu Nggak Ada Sekolahnya

Tidak ada manual resmi untuk jadi orang tua. Tidak ada kurikulum. Tidak ada ujian kelulusan.

Yang ada adalah pengalaman, adaptasi, dan kesalahan. Setiap keluarga punya dinamika sendiri. Punya luka sendiri. Punya cara sendiri untuk bertumbuh.

Dan justru dari proses itulah kita belajar. Bukan dari teori, tapi dari hari-hari yang penuh tanya. Dari malam-malam yang penuh tangisan.

Dari momen kecil yang diam-diam mengubah cara kita melihat anak, maupun diri sendiri.

Kesempurnaan Itu Tekanan, Bukan Tujuan

Berusaha jadi orang tua yang sempurna sering kali berujung pada rasa bersalah. Ketika anak tantrum, kita merasa gagal. Ketika kita marah, kita merasa jahat.

Ketika tidak bisa menjawab pertanyaan anak, kita merasa bodoh.

Padahal, anak tidak butuh jawaban sempurna. Mereka butuh kehadiran. Butuh pelukan.

Butuh orang tua yang bisa bilang, “Maaf ya, tadi Mama salah.” Karena dari situ, anak belajar bahwa manusia itu bisa salah. Dan yang penting adalah berani memperbaiki.

Kita Sendiri yang Mengajari Diri Jadi Orang Tua

Tidak ada yang mengajari kita jadi orang tua. Tapi justru itu yang membuat prosesnya bermakna. Karena kita belajar dari anak. Dari pasangan. Dari diri sendiri.

Kita belajar sabar, belajar mendengar, belajar mengalah, belajar mencintai tanpa syarat.

Dan itu tidak mudah. Tapi juga tidak harus sempurna. Karena yang dibutuhkan anak bukan versi ideal dari kita, tapi versi jujur. Versi yang hadir. Versi yang berusaha.

Jadi Orang Tua Biasa Itu Sudah Luar Biasa

Jadi kalau kamu merasa belum cukup baik sebagai orang tua, tenang. Kamu tidak sendiri.

Dan kamu tidak harus sempurna. Karena anak tidak butuh superhero. Mereka butuh kamu, yang manusiawi, yang belajar, yang mencintai dengan cara yang nyata. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#orang tua #kesempurnaan #orang tua yang sempurna #anak