RADARTUBAN - Kopi adalah minuman yang telah menjadi bagian dari gaya hidup di dunia.
Namun, terdapat beberapa varian kopi yang melalui proses produksi tidak biasa di balik nikmanya secangkir kopi, yakni melibatkan sistem pencernaan hewan.
Proses ini, seringkali dikenal sebagai kopi poop, pada dasarnya melibatkan biji kopi yang dimakan hewan, kemudian melalui proses pencernaan, difermentasi secara alami oleh enzim, lalu dikeluarkan kembali untuk dibersihkan, dikeringkan, dan diproses.
Fenomena kopi yang melibatkan peran satwa ini tidak hanya terbatas pada Kopi Luwak yang dikenal sebagai kopi asli Indonesia, tetapi terdapat juga kopi yang melibatkan gajah, burung, hingga kelelawar.
Berikut deretan kopi yang berasal dari kotoran atau air liur hewan dan dijual dengan harga fantastis:
1. Kopi Luwak (Civet Coffee)
Kopi Luwak adalah jenis kopi yang paling terkenal dalam kategori ini.
Biji kopi melewati proses pencernaan luwak (sejenis musang), yang menghasilkan rasa smooth dengan tingkat kepahitan (low bitterness) yang rendah.
Kopi Luwak hasil wild-sourced (luwak liar) dapat mencapai harga US$600 per pound atau Sekitar Rp9.360.000.
2. Kopi Gajah (Black Ivory Coffee)
Kopi Gajah difermentasi secara alami di dalam sistem pencernaan gajah, menghasilkan rasa yang jauh lebih minim pahit.
Kopi ini memiliki aroma floral-cokelat dengan sedikit hint cherry.
Harganya sangat premium, yakni mencapai US$1.500 per pound atau Sekitar Rp23.400.000.
3. Kopi Kelelawar (Bat Coffee)
Kopi ini berasal dari negara seperti Kosta Rika dan Peru.
Kelelawar mengisap nektar ceri kopi, menggigit, lalu mencerna buahnya sebelum menjatuhkan biji kopi tersebut.
Biji yang telah berinteraksi dengan air liur kelelawar kemudian dikumpulkan untuk diproses.
4. Kopi Burung Jacu (Jacu Bird Coffee)
Burung Jacu di Brasil memakan ceri kopi berkualitas terbaik, dan proses pencernaannya menghasilkan kopi yang dikenal bersih (clean) dengan tingkat acidity yang cerah dan aroma buah.
Kopi ini dijual di gerai premium seperti Harrod's dengan harga yang bisa mencapai US$300–350 per pound atau sekitar Rp4.680.000 hingga Rp5.460.000.
5. Monkey Parchment Coffee (Kopi "Dikunyah Monyet")
Berbeda dengan Kopi Luwak, monyet tidak menelan biji kopi, monyet hanya mengunyah dan memuntahkan biji kopi.
Proses fermentasi enzim di mulut monyet memberikan rasa yang lebih manis dan terfermentasi.
Produksinya sangat terbatas dan tergantung pada ketersediaan monyet yang memprosesnya. (*/tia)
Editor : radar tuban digital