Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenapa Orang Sering Mengantuk di Dalam Kendaraan? Ternyata Ini Penyebabnya!

Bihan Mokodompit • Kamis, 20 November 2025 | 23:05 WIB
Ilustrasi orang mengantuk di kendaraan
Ilustrasi orang mengantuk di kendaraan

RADARTUBAN - Banyak orang bertanya-tanya: kenapa orang suka mengantuk di dalam kendaraan saat sedang melakukan perjalanan?

Fenomena ini ternyata punya penjelasan ilmiah yang cukup kuat, dan memahami penyebabnya penting, tidak hanya untuk kenyamanan tetapi juga keselamatan.

1. Getaran Halus Kendaraan yang Menidurkan Otak

Penelitian dari RMIT University menunjukkan bahwa getaran alami dari mobil, terutama getaran frekuensi rendah, secara perlahan bisa menurunkan kewaspadaan.

Dalam uji simulasi, partisipan sudah menunjukkan tanda kantuk hanya setelah 15 menit duduk di kendaraan yang bergetar.

Getaran ini mirip dengan efek “rocking” (ayunan) yang membuat banyak orang mudah tertidur, seperti saat bayi diayun.

Baca Juga: Mengantuk saat Hujan Ternyata Wajar Dialami Banyak Orang, Begini Penjelasan Ilmiahnya

2. Suara Mesin dan White Noise yang Menenangkan

Kendaraan menghasilkan suara konstan dari mesin, angin, dan ban yang berjalan di jalan. Kombinasi suara ini menyerupai white noise, suara stabil yang menenangkan sehingga otak tidak terlalu banyak dipusingkan stimulasi eksternal.

Kondisi ini membuat tubuh mudah masuk mode relaksasi karena otak tidak “dipaksa” beraktivitas keras untuk menafsirkan banyak suara, sehingga kantuk bisa muncul.

Baca Juga: Berikut 5 Tips Tetap Fit dan Terhindar dari Mengantuk saat Puasa

3. Ritme Tubuh dan Sirkadian yang Terpengaruh

Menurut studi-studi pada drowsy driving, ritme sirkadian (jam biologis) seseorang sangat berpengaruh pada rasa mengantuk saat berkendara.

Waktu-waktu tertentu dalam sehari, misalnya di pagi dini atau siang, tubuh lebih rentan merasa kantuk.

Ditambah dengan keadaan kendaraan yang monoton, kombinasi ini memperbesar kemungkinan tidur ringan atau “microsleep”.

4. Sindrom Sopite dan Gerakan Tubuh

Ada fenomena neurologis bernama sopite syndrome, yaitu rasa kantuk dan kelelahan yang disebabkan oleh gerakan berulang (motion) pada tubuh.

Gerakan halus dan terus-menerus kendaraan bisa memicu sindrom ini, sehingga penumpang merasa lebih cepat lelah dan mengantuk, meskipun tidak lelah secara fisik berat.

5. Risiko Kecelakaan Karena Kantuk

Tidak hanya soal rasa nyaman, mengantuk di kendaraan juga berisiko. Studi menunjukkan bahwa kantuk saat menyetir atau berada di mobil terkait dengan penurunan konsentrasi, deviasi jalur, bahkan mikrosleep (tidur sebentar tanpa sadar).

Menurut laporan dari organisasi keselamatan lalu lintas di Amerika Serikat, “drowsy driving” (mengemudi saat ngantuk) menjadi faktor signifikan dalam kecelakaan lalu lintas.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengambil istirahat jika merasa kantuk saat berkendara.

Orang mudah mengantuk di dalam kendaraan karena kombinasi getaran stabil, suara white noise, kurangnya stimulasi aktif, dan ritme biologis tubuh.

Meski tampak sepele, kantuk di mobil bukan hanya soal kenyamanan, ini terkait dengan keselamatan.

Menurut penelitian ilmiah, getaran rendah mobil bisa menurunkan kewaspadaan dalam waktu singkat, dan white noise membuat otak lebih relaks.

Untuk mencegah risiko, terutama saat menyetir, sangat penting untuk mengenali tanda-tanda kantuk dan berhenti sejenak bila perlu. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#mengantuk di dalam kendaraan #White Noise #microsleep #suara mesin