Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cara Hapus Jejak Digital agar Tak Disalahgunakan, Ini Langkah Aman Berinternet

M Robit Bilhaq • Minggu, 23 November 2025 | 17:00 WIB
Ilustrasi jejak digital.
Ilustrasi jejak digital.

RADARTUBAN - Jejak digital yang tertinggal di internet bisa menjadi ancaman serius bila jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tanpa disadari, jejak digital tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai tindakan merugikan.

Mulai dari pencurian data pribadi, penipuan, hingga kebocoran informasi yang bersifat sensitif.

Jejak digital tercatat dalam berbagai macam bentuk, seperti riwayat pencarian di browser, lokasi yang dikunjungi, hingga interaksi di media sosial.

Semua aktivitas tersebut menyimpan data penting yang kerap dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan bisnis.

Akibatnya, jejak digital sering diperlakukan sebagai pedoman bagi pengiklan untuk menawarkan beragam produk dan jasa sesuai dengan kebiasaan serta karakter pengguna. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Terutama jika jejak digital digunakan untuk memengaruhi pola konsumsi sehari-hari.

Untuk menghindari hal tersebut, disarankan bagi para pengguna layanan digital untuk menghapus jejak digital mereka.

Berikut cara – cara yang bisa kamu lakukan untuk menghapus jejak digital yang masih tertinggal:

1. Menggunakan Mode Incognito

Dengan mode ini, aplikasi tidak akan menyimpan situs yang dikunjungi maupun kata kunci yang digunakan.

Namun, hal ini tidak berarti aktivitas kalian sepenuhnya bebas dari pengawasan.

Seperti contoh, saat kalian masuk ke Facebook, aktivitas tetap akan direkam oleh platform tersebut, untuk menyamarkan identitas dari ISP, sebaiknya gunakan VPN saat berselancar di internet.

2. Memeriksa Potensi Kebocoran Data

Pengguna perlu memastikan apakah pernah menjadi korban kebocoran data, mengingat kasus serupa pernah menimpa platform besar seperti Yahoo dan Adobe.

Caranya adalah dengan mengakses laman Have I Been Pwned?

Dan memasukkan alamat e-mail, dari sana akan terlihat apakah data Anda pernah bocor atau tidak.

3. Menghapus Cookie

Langkah ini membuat situs tidak lagi bisa melacak aktivitas kalian, cookie dapat dihapus di berbagai browser seperti Chrome dan Firefox.

Baik satu per satu maupun sekaligus, penghapusan massal bisa dilakukan dengan bantuan aplikasi pihak ketiga seperti Advanced System Optimizer.

4. Membatasi Pelacakan

Beberapa aplikasi memang melacak data pengguna, meski sebagian menyediakan opsi mode Incognito.

Sebaiknya periksa pengaturan aplikasi untuk menghentikan pelacakan.

Jika tidak tersedia, hapus aktivitas secara manual, proses ini berbeda-beda tergantung sistem operasi yang digunakan.

5. Menghapus Riwayat Pencarian (History)

Banyak aplikasi menyimpan data secara lokal maupun di cloud.

Sehingga informasi bisa terhubung ke perangkat lain, untuk menghapus log pencarian, lakukan penghapusan di berbagai platform.

Misalnya, akun Google menyimpan riwayat pencarian dari ponsel Android.

Untuk menghapusnya, buka Google melalui web, akses halaman riwayat aktivitas, lalu hapus data yang ada.

6. Menggunakan Layanan DeleteMe

Beberapa pengepul data seperti Spokeo, Whitepages.com, dan PeopleFinder mengumpulkan informasi lalu menjualnya ke pihak ketiga.

Layanan DeleteMe atau DesseatMe dapat membantu membersihkan jejak digital dari situs-situs tersebut.

Selain itu, pengguna juga perlu memeriksa data aktivitas yang disimpan oleh Google.

Raksasa teknologi ini melacak aktivitas pengguna bahkan ketika riwayat lokasi telah dimatikan.

Penting dicatat, data yang sudah tersimpan tidak akan otomatis terhapus meski pelacakan dihentikan. Google hanya berhenti menyimpan data baru, sementara data lama tetap ada.

Untuk memastikan jejak digital benar-benar terhapus, pengguna juga disarankan rutin menghapus riwayat penelusuran di browser. Berikut langkah-langkahnya:

• Google Chrome: Klik ikon tiga titik, pilih Settings, masuk ke Privacy & Security.

Lalu pilih Clear browsing data, tentukan periode waktu yang ingin dihapus, kemudian klik Clear data.

Jika browser disinkronkan dengan perangkat lain melalui akun Google, penghapusan akan berlaku di semua perangkat.

• Mozilla Firefox: Klik ikon tiga garis horizontal, pilih Settings > Privacy & Security.

Lalu gulir ke bawah hingga Cookies & Site Data, hapus seluruh data atau atur kontrol sesuai kebutuhan.

Anda juga bisa mencentang opsi untuk menghapus data setiap kali menutup Firefox.

• Safari: Buka menu, pilih Clear History, tentukan rentang waktu, lalu klik Clear History, perlu diketahui, penghapusan riwayat di Safari juga menghapus cookie dan file cache.

• Microsoft Edge: Klik ikon tiga titik, pilih Settings, masuk ke menu Privacy, lalu pilih Clear browsing data.

Lalu, klik Choose what to clear, tentukan jenis data yang ingin dihapus, kemudian klik Clear Now.

• Opera: Klik ikon Settings di bar alamat, pilih Privacy & Security, lalu klik Clear browsing data. Tentukan jenis data dan jangka waktu yang ingin dihapus, kemudian klik Clear Data. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#jejak digital #media sosial #ISP #lokasi #browser #VPN #Mode Incognito