Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengenal Apa itu Polikrisis: Saat Banyak Masalah Datang Bersamaan dan Saling Memperburuk

M. Afiqul Adib • Minggu, 23 November 2025 | 20:30 WIB
Polikrisis, cara memandang masalah global, krisis saling terkait.
Polikrisis, cara memandang masalah global, krisis saling terkait.

RADARTUBAN - Belakangan ini, hidup terasa seperti rangkaian masalah yang nggak selesai-selesai.

Satu krisis belum rampung, sudah disambut krisis berikutnya.

Ekonomi lagi seret, cuaca makin nggak jelas, konflik internasional meningkat, harga kebutuhan melambung, kesehatan mental ikut morat-marit.

Dunia terasa bising sekaligus melelahkan.

Namun, semua kekacauan itu sebenarnya punya satu istilah yang menjelaskannya: polikrisis.

Apa Itu Polikrisis?

Polikrisis adalah kondisi ketika banyak krisis terjadi bersamaan dan saling memengaruhi.

Sehingga efeknya jauh lebih besar daripada jika masalah itu berdiri sendiri.

Bukan lagi krisis tunggal yang bisa diselesaikan satu per satu, tapi kumpulan masalah yang saling tarik-menarik, saling memperparah, dan menciptakan kekacauan yang terasa tak punya pintu keluar.

Contoh Polikrisis di Dunia

• Perang Rusia–Ukraina: memicu kenaikan harga energi dan pangan, menekan biaya hidup, dan memperburuk inflasi.

• Krisis lingkungan: emisi karbon meningkat, memperburuk perubahan iklim.

• Krisis politik dan sosial: ketidakstabilan demokrasi, disrupsi digital, dan merosotnya kesejahteraan ekonomi.

Semua ini saling terkait, menciptakan lingkaran masalah yang sulit diputus.

Kenapa Kita Perlu Memahami Polikrisis?

Memahami konsep polikrisis bukan untuk membuat kita makin takut, tetapi supaya kita punya cara baru melihat dunia.

Kita jadi tahu bahwa banyak masalah bukan berdiri sendiri, melainkan saling terkait.

Ini membantu mengurangi kecenderungan kita menyalahkan satu hal secara berlebihan.

Dengan cara pandang seperti ini:

• kita bisa lebih bijak membaca berita,

• tidak gampang panik terhadap satu isu tunggal,

• lebih sadar bahwa solusi harus kolaboratif, bukan individual semata.

Di level personal, memahami polikrisis menolong kita untuk tidak merasa gagal sendirian.

Kadang kita merasa hidup berat karena kita kurang kuat atau kurang usaha.

Padahal realitanya, dunia memang sedang berada di fase yang tidak mudah bagi siapa pun.

Lalu, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Tentu saja kita tidak bisa menyelesaikan semua krisis global sendirian.

Namun ada beberapa hal yang bisa jadi langkah kecil yang bermakna:

• Fokus pada kontrol yang realistis: tidur cukup, makan lebih baik, olahraga ringan, menjaga ritme hidup.

• Mengurangi konsumsi berita berlebihan agar mental tidak kelelahan.

• Bangun jaringan sosial, karena menghadapi masalah berkelompok jauh lebih ringan daripada sendiri.

• Terlibat dalam komunitas atau hal-hal yang membawa dampak positif, sekecil apa pun.

Kadang, perlawanan pertama terhadap polikrisis adalah tidak membiarkan diri tenggelam dalam putus asa.

Polikrisis mengajarkan kita bahwa dunia saat ini saling terhubung.

Masalah di satu bidang bisa memicu krisis di bidang lain.

Dengan memahami konsep ini, kita bisa lebih bijak dalam melihat isu global: tidak sekadar menyalahkan satu faktor, tapi menyadari bahwa krisis adalah jaringan masalah yang kompleks. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#global #polikrisis #iklim #konflik