Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengapa Induk Kucing Sangat Protektif Dibanding Anjing? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Bihan Mokodompit • Jumat, 28 November 2025 | 23:30 WIB
Ilustrasi anak-anak kucing yang berusia beberapa Minggu.
Ilustrasi anak-anak kucing yang berusia beberapa Minggu.

RADARTUBAN - Kucing yang baru melahirkan memperlihatkan sifat protektif kucing beranak dari sejak anaknya lahir.

Insting tersebut membuat induk kucing sangat menjaga keselamatan anak kucing-nya, terutama di minggu–minggu pertama.

Dalam periode ini, induk kucing menaruh perhatian ekstra agar anaknya selamat, dengan menjaga, mengawasi, serta menjauhkan anak dari potensi bahaya.

Mengapa Induk Kucing Jadi Protektif?

Naluri keibuan sangat kuat pada induk kucing.

Setelah melahirkan, hormon dan insting alami membuatnya sangat waspada terhadap lingkungan sekitar.

Saat anak kucing baru lahir, mereka sangat rentan, indera dan kemampuan bergerak mereka belum berkembang sempurna.

Karena itu, iduk kucing merasa perlu menjaga mereka dengan sangat ketat.

Induk kucing tidak hanya menjaga lewat pengawasan, dia juga melakukan tindakan konkret.

Seperti menjilati anaknya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, dan bahkan memindahkan anak ke lokasi yang dirasa lebih aman jika lingkungan tempat lahir dirasa berbahaya.

Bentuk Proteksi dari Induk Kucing

Beberapa bentuk proteksi yang biasa dilakukan oleh induk kucing terhadap anak kucing-nya antara lain:

• Menjaga kebersihan & kehangatan: induk kucing menjilati anak untuk menghilangkan sisa lahiran — plasenta, tali pusat — dan memastikan anak bersih.

• Mengawasi dan melindungi dari ancaman: jika ada hewan lain atau manusia mendekat, induk bisa mendesis, menggeram, atau bahkan menyerang — sebagai upaya melindungi anak dari potensi bahaya.

• Pindah sarang bila perlu: jika tempat saat ini dianggap tidak aman, induk kucing bisa memindahkan anak-anaknya ke lokasi baru. Ini menunjukkan betapa kuatnya insting pelindung itu.

• Memberi rasa aman dan ikatan emosional: melalui suara, getaran purring, dan sentuhan (menggrooming), induk kucing membangun ikatan dan memberi kenyamanan, membantu anak merasa aman.

Perbandingan dengan Perilaku Induk Anjing

Sementara itu, anjing dan anaknya juga menunjukkan proteksi dan kasih sayang. Induk anjing cenderung:

• Lebih aktif dalam mendidik anaknya: jika anak anjing menggigit terlalu keras atau salah bertingkah, bisa memberi peringatan, kadang lewat geraman atau penolakan bermain.

• Menjilati tubuh anaknya untuk menjaga kebersihan, sama seperti induk kucing.

• Memberi rasa aman dan kedekatan, terutama dalam ikatan sosial antara anjing dan manusia — kecekatan emosional mereka terhadap pemilik bisa lebih terlihat dibandp0lingkan kucing.

Namun, penting dicatat: cara proteksi antara induk kucing dan induk anjing berbeda karakter.

Induk kucing cenderung lebih defensif, pendiam, dan waspada db BNN ilebih mengandalkan insting dan naluri alami.

Induk anjing seringkali lebih terbuka, aktif dalam interaksi, dan menunjukkan proteksi lewat tindakan maupun sosialisasi.

Protektif Tapi dengan Cara Berbeda 

Jadi, benar bahwa induk kucing bisa sama protektifnya dengan induk anjing, namun ekspresi proteksinya berbeda.

Bila Anda menyaksikan induk kucing menyembunyikan anaknya, mendesis jika didekati, atau memindahkan mereka ke tempat aman, itu semua bagian dari protektif kucing beranak.

Sebaliknya, induk anjing lebih mungkin menunjukkan kasih sayang dan proteksi secara terbuka: menjilat, mengawasi, mendidik, dan berinteraksi dengan anak anjing serta manusia.

Kalau Anda punya pengalaman dengan induk kucing atau induk anjing, penting untuk menghormati insting alami mereka: beri ruang dan ketenangan, terutama saat fase menyusui atau baru lahir. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#induk #proteksi #kucing #kebersihan #kesehatan #hewan peliharaan #anjing