Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Selalu Ada Orang yang Tertinggal dalam Hidup, dan Itu Wajar: Perjalanan Setiap Orang Tak Sama

M. Afiqul Adib • Kamis, 4 Desember 2025 | 15:04 WIB
Orang tertinggal itu wajar, ritme hidup berbeda, tertinggal bukan gagal, refleksi kehidupan.
Orang tertinggal itu wajar, ritme hidup berbeda, tertinggal bukan gagal, refleksi kehidupan.

RADARTUBAN - Dalam perjalanan hidup, kita sering disuguhi narasi tentang kesuksesan: siapa yang paling cepat, siapa yang paling kaya, siapa yang paling berhasil.

Namun di balik itu, selalu ada orang-orang yang tertinggal. Mereka yang langkahnya lebih pelan, yang jalannya lebih berliku, atau yang sekadar memilih jalur berbeda.

Kenyataannya, tidak semua orang bisa berlari dengan kecepatan yang sama. Ada yang harus berhenti sejenak, ada yang jatuh lalu bangun lagi, dan ada pula yang memang memilih jalan sunyi. Dan itu wajar.

Baca Juga: Kilasan Perjalanan Hidup Ki Anom Suroto: Dari Bocah Klaten ke Singgasana Dalang Legendaris

Tertinggal Bukan Berarti Gagal

Kita sering menganggap “tertinggal” identik dengan “gagal”. Padahal, tertinggal hanyalah soal waktu dan ritme.

Hidup bukan lomba lari dengan garis finish yang sama untuk semua orang. Ada yang cepat sampai, ada yang lambat, ada yang bahkan menemukan jalannya sendiri di luar lintasan.

Orang-orang yang tertinggal bukan berarti tidak akan sampai. Mereka hanya butuh waktu lebih lama, atau mungkin tujuan mereka berbeda.

Kadang, justru dari keterlambatan itu lahir kebijaksanaan yang tidak dimiliki oleh mereka yang terlalu terburu-buru.

Baca Juga: Perjalanan Hidup Andien sebelum Pandemi Terbungkus dalam Dan Lalu

Dunia Tidak Pernah Seragam

Dunia memang tidak pernah seragam. Ada yang lahir dengan privilese, ada yang harus berjuang dari nol. Ada yang punya akses, ada yang harus menunggu kesempatan.

Maka wajar jika ada yang tertinggal. Yang tidak wajar adalah ketika kita menertawakan atau meremehkan mereka.

Karena sejatinya, setiap orang punya cerita masing-masing. Dan cerita itu tidak bisa diukur dengan jam tangan orang lain.

Selalu ada orang-orang yang tertinggal, dan itu wajar. Hidup bukan kompetisi tunggal, melainkan perjalanan dengan ritme berbeda.

Yang penting bukan siapa yang paling cepat, tapi siapa yang tetap berjalan, meski pelan.

Mungkin hari ini kita melihat orang lain tertinggal. Tapi besok, bisa jadi kita yang tertinggal. Dan saat itu, kita akan sadar: tertinggal bukan akhir, melainkan bagian dari perjalanan yang manusiawi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#tertinggal #perjalanan hidup #hidup #lomba