Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cara Tingkatkan Etika dan Literasi Digital agar Tetap Aman dari Hoaks dan Ancaman di Dunia Maya Saat Ini

Alifah Nurlias Tanti • Kamis, 11 Desember 2025 | 21:59 WIB
Tips meningkatkan etika dan literasi digital agar tetap aman di dunia maya
Tips meningkatkan etika dan literasi digital agar tetap aman di dunia maya

RADARTUBAN- Di zaman serba terkoneksi seperti sekarang, punya etika dan literasi digital bukan lagi pilihan tambahan.

Itu sudah jadi kebutuhan utama kalau kita ingin tetap produktif sekaligus aman saat beraktivitas di dunia maya. Apalagi arus informasi datang tanpa henti, seperti banjir yang terus mengalir.

Jangan remehkan kesalahan kecil di dunia maya. Sekadar membagikan hoaks bisa berakibat besar dan merugikan banyak orang.

Karena itu, penting banget untuk tahu cara meningkatkan etika dan literasi digital supaya tetap aman saat berselancar di internet. Perhatikan saran berikut.

1. Pahami Fondasi Etika dan Literasi Digital

Untuk menjadi pengguna internet yang bijak, langkah pertama adalah memahami empat pilar literasi digital: kecakapan, etika, keamanan, dan budaya.

Dengan memahami keempat pilar ini, lebih mudah untuk menilai apakah tindakan Anda sudah sesuai dengan norma dan kebiasaan sehat di internet.

Coba biasakan membaca pedoman komunitas setiap kali bergabung di platform baru setiap hari.

Saat berkomunikasi dengan orang lain, gunakan bahasa yang sopan, hindari fitnah, dan fokuskan pada topik diskusi daripada menyerang orang-orang tertentu.

Jika Anda tidak setuju dengan sesuatu, lebih baik mengajukan argumen dengan data yang jelas daripada berdasarkan emosi.

2. Perkuat Keamanan Akun dan Data Pribadi

Menurut IDN Times, keamanan digital itu ibarat gembok di rumah maya kita. Supaya tetap aman, mulai dengan membuat kata sandi yang unik, cukup panjang, dan berbeda untuk setiap layanan yang Anda gunakan.

Untuk menghindari mengingat banyak kata sandi, pengguna dapat menggunakan pengendali kata sandi.

Jangan lupa untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), supaya peretas tidak dapat mengakses akunmu hanya dengan password.

3. Verifikasi Informasi Sebelum Membagikan

Literasi digital bergantung pada kemampuan untuk membedakan fakta dari opini.

Caranya sederhana: selalu berpikir kritis sebelum membuat keputusan tentang keyakinan Anda, dan kemudian klik dengan hati-hati.

Jika Anda menemukan foto atau video di internet, coba gunakan pencarian gambar balik untuk mengetahui apakah mereka pernah muncul di situasi lain sebelumnya.

Kebiasaan sederhana ini melindungi Anda dari hoaks dan menciptakan lingkungan informasi yang lebih sehat untuk semua orang.

Baca Juga: Ketika Hoaks Lebih Laku daripada Fakta: PR Besar Literasi Digital di Jawa Timur

4. Kelola Privasi dan Hadapi Perundungan Digital dengan Bijak

Setiap platform memiliki pengaturan privasi, yang dapat Anda gunakan untuk mengatur siapa yang melihat, berkomentar, atau mengirim pesan kepada Anda.

Jika perlu, aktifkan filter kata kunci untuk mencegah komentar tidak menyenangkan otomatis.

Dan jangan ragu untuk melaporkan jika terjadi perundungan. Simpan bukti melalui tangkapan layar, blokir pelaku, dan kemudian laporkan ke platform.

5. Bangun Jejak Digital Positif dan Profesional

Jejak digital itu ibarat portofolio tak terlihat yang bisa dilihat perekrut, mitra bisnis, bahkan calon investor. Karena itu, jadikan akun media sosialmu sebagai etalase reputasi.

Isi dengan karya orisinal, pemikiran berbasis data, atau kisah inspiratif yang menunjukkan kompetensimu.

Dengan gaya profesional yang konsisten, peluang kolaborasi dan kesempatan baru akan semakin terbuka. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#etika #literasi digital #online #Hoaks #dunia maya