Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Fashion Bukan Hanya Tren: Perannya sebagai Identitas, Budaya, Ekonomi, dan Psikologi dalam Kehidupan

Amaliya Syafithri • Sabtu, 13 Desember 2025 | 04:10 WIB
Ilustrasi fashion wanita berpakaian putih
Ilustrasi fashion wanita berpakaian putih

RADARTUBAN - Peran fashion bukan hanya sekadar urusan pakaian, gaya, atau tren-tren yang muncul secara berkala. Tetapi fashion sebenarnya memiliki peran lebih besar.

Dalam kehidupan sehari-hari, fashion menjadi simbol identitas, budaya, ekonomi, bahkan psikologi seseorang.

Tidak heran jika fashion menjadi salah satu industri terbesar di dunia dan memiliki pengaruh langsung dalam kehidupan masyarakat seperti kita.

Fashion Sebagai Identitas dan Ekspresi Diri

Pakaian yang kita pilih dan kenakan setiap hari mencerminkan identitas kita. Menunjukkan karakter, mood, profesi, hingga nilai-nilai yang dianggap penting.

Menurut American Psychological Association (APA), tampilan visual dan gaya berpakaian kita dapat meningkatkan persepsi dan rasa percaya diri.

Itu sebabnya orang akan menjadi lebih siap ketika memakai pakaian yang tepat untuk menghadapi hari-hari yang dijalani.

Fashion itu bagaikan ekspresi diri tanpa harus berbicara. Semuanya bisa menjadi bentuk komunikasi non-verbal.

Selain itu, seringnya kita menilai identitas seseorang dari pakaiannya. Contohnya, seorang guru terlihat dari pakaiannya yang formal dan seragam.

Entah itu model dan motif batiknya, atau warna pakaiannya. Semua terlihat.

Cerminan Budaya dan Perubahan Zaman

Fashion juga menjadi cerminan budaya sekaligus tanda perubahan zaman.

Setiap daerah memiliki gaya, motif, dan filosofi yang berbeda pada pakaian-pakaian tradisional mereka. Terlebih lagi di Indonesia yang memiliki banyak budaya dan pakaian adat.

Contoh fashion Indonesia yang dianggap dan diakui sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO adalah batik.

Selain budaya, fashion menjadi penanda perubahan zaman. Mulai dari tahun 70-an yang penuh warna, tahun 90-an yang minimalis, hinga tren-tren fashion modern yang lebih estetik di zaman sekarang.

Bahkan, menurut Victoria and Albert Museum, London, fashion adalah dokumen visual sejarah yang menunjukkan perkembangan sosial, politik, dan teknologi dalam masyarakat.

Baca Juga: Dokumentasi Batik Tuban Fashion and Street Carnival 2025 Sukses Tebarkan Pesona dan Keindahan Kearifan Lokal

Peran Fashion dalam Ekonomi

Fashion adalah salah satu industri bernilai besar. Menurut laporan McKinsey Global Fashion Index 2024, industri fashion mencatat pendapatan lebih dari 1,7 triliun dolar AS secara global.

Selain itu, industri ini juga menciptakan jutaan lapangan pekerjaan seperti desainer, penjahit, model, fotografer, hingga pekerja pabrik.

Di Indonesia sendiri, data dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan bahwa fashion merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif terbesar dan terus memberikan kontribusi pada PDB nasional.

Pengaruh Terhadap Psikologis, Cara Kita Merasa

Pakaian dapat memengaruhi performa seseorang. Tentu saja, karena fenomena ini disebut enclothed cognition.

Menggunakan pakaian yang rapi dapat meningkatkan fokus kita, sedangkan pakaian olahraga meningkatkan semangat dan energi saat melakukan aktivitas tertentu.

Banyak aspek tercakup dalam fashion. Bukan hanya sekadar tren, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Perkembangan masyarakat dapat dipahami melalui fashion, sekaligus bagaimana cara mereka mengekspresikan diri. Seperti apa fashion yang paling menggambarkanmu? (*) 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#fashion #batik #ekonomi #unesco #tren #psikologis #budaya