RADARTUBAN - Pinjaman online atau pinjol sering jadi jalan pintas saat keuangan mendesak, tapi risikonya meluas hingga merusak ikatan keluarga.
Psikolog Mira Damanti Amir S.Psi. mengungkapkan tekanan finansial dari pinjol picu stres, konflik, dan gangguan mental yang menular ke seluruh anggota rumah tangga.
Banyak kasus menunjukkan keluarga terpecah gara-gara membebani hutang karena kurangnya literasi keuangan.
Tekanan utang pinjol tak hanya soal uang, tapi juga kecemasan yang membuat peminjaman menarik diri dari keluarga.
Mira jelaskan, individu sering merasa malu sehingga komunikasi terputus, padahal diskusi terbuka justru kunci solusi bersama.
Stres ini menular, seperti orang tua yang ikut cemas saat anak terjerat pinjol hingga harus menjual aset demi bayar utang.
Psikologi Mira menyarankan respons keluarga yang empati dari pada saling tuduh, agar situasi tidak bertambah buruk.
Literasi keuangan krusial, karena bunga pinjol dihitung dari pokok pinjaman bukan sisa, membuat tagihan membengkak tak terkendali. Hindari pinjol ilegal yang mengganggu hubungan hingga lingkungan sosial. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama