RADARTUBAN- Untuk menyambut akhir tahun, kita biasanya membayangkan pesta, kembang api, dan tawa bersama orang-orang yang kita sayangi.
Namun, banyak orang lebih sensitif secara emosional di balik kegembiraan itu. Ada orang yang tiba-tiba merasa sedih, gelisah, atau bahkan lelah secara pribadi. Kenapa bisa terjadi?
Menurut ulasan yang diterbitkan di Psychology Today, ada banyak alasan mengapa banyak orang menjadi lebih emosi menjelang akhir tahun.
Faktor-faktor ini seringkali muncul tanpa kita sadari, tetapi mereka ternyata berdampak besar pada cara kita merasakan pergantian tahun.
1. Adanya Tekanan untuk Bahagia
Kita sering diberitahu bahwa Akhir tahun harus dipenuhi dengan pesta, liburan, dan menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama orang-orang yang kita sayangi.
Namun, banyak orang mengalami stres karena ekspektasi itu sendiri. Secara psikologis, kenyataan dapat menyebabkan emosi seperti kecewa, sedih, atau bahkan hampa.
Baca Juga: Solusi Anti-Lelah: Mengatasi Burnout dan Stres Urban dengan Kekuatan Human Design dan Mindfulness
2. Refleksi Diri Berdasar Social Comparison
Menjelang akhir tahun, banyak orang memikirkan apa yang sudah mereka capai dan membuat resolusi baru untuk tahun berikutnya.
Mungkin perasaan ini membuat seseorang merasa kurang berharga. Namun, setiap perjalanan hidup memerlukan waktu.
3. Mengalami Kelelahan dan Burnout
Menjelang akhir tahun, jadwal biasanya lebih padat, mulai dari pekerjaan yang harus diselesaikan sampai tugas lain yang menumpuk.
Ini biasanya terjadi ketika pikiran dan tubuh terlalu sibuk, menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Emosi kita dapat tidak stabil, membuat kita lebih mudah merasa sedih, tersinggung, atau kehilangan energi hanya karena hal-hal kecil.
4. Meningkatnya Momen Kebersamaan
Terkadang, bagi sebagian orang, terlalu sering menghadiri pertemuan atau acara untuk merayakan waktu bersama.
Interaksi yang terlalu intens kadang-kadang malah membuat tidak nyaman, terutama bagi mereka yang butuh ruang untuk diri sendiri.
5. Adanya Kenangan Masa Lalu
Bagi orang-orang yang baru saja kehilangan orang yang mereka cintai, akhir tahun seringkali menjadi waktu yang penuh dengan kesedihan.
Akibatnya, penting untuk memberi ruang bagi diri sendiri—mengakui dan memvalidasi setiap perasaan yang muncul, tanpa memaksakan diri untuk selalu terlihat kuat atau bahagia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni