Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Fenomena Jasa Sewa Teman, Solusi Kesepian di Tengah Hidup Modern

M. Afiqul Adib • Minggu, 21 Desember 2025 | 19:35 WIB
Ilutrasi jasa sewa teman, fenomena anak muda. Foto oleh Martin Baron di Unsplash
Ilutrasi jasa sewa teman, fenomena anak muda. Foto oleh Martin Baron di Unsplash

RADARTUBAN - Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, muncul satu fenomena unik: jasa sewa teman.

Ya, sekarang bukan hanya motor atau mobil yang bisa disewa, tapi juga teman.

Fenomena ini kian diminati, terutama di kota-kota besar, di mana kesibukan dan kesepian sering berjalan beriringan.

Kenapa Orang Menyewa Teman?

Alasannya beragam. Ada yang sekadar butuh ditemani makan, ada yang ingin punya partner jalan-jalan, bahkan ada yang butuh teman ngobrol untuk melepas penat.

Di era ketika interaksi sosial makin terbatas oleh layar, jasa sewa teman jadi solusi instan untuk kebutuhan emosional.

Tidak perlu repot mencari teman baru, cukup bayar, lalu dapat teman yang siap hadir.

Antara Hiburan dan Kebutuhan Psikologis

Bagi sebagian orang, jasa sewa teman mungkin terdengar lucu atau berlebihan.

Tapi bagi yang benar-benar kesepian, ini bisa jadi kebutuhan.

Ada orang yang pindah ke kota baru, tidak punya jaringan sosial, lalu merasa butuh teman untuk sekadar menemani.

Ada juga yang ingin menghindari stigma “datang sendirian” ke acara tertentu. Jasa sewa teman hadir sebagai jawaban praktis.

Namun, di balik itu ada pertanyaan etis: apakah hubungan yang dibangun lewat sewa benar-benar bisa disebut pertemanan?

Atau sekadar transaksi jasa yang dibungkus dengan kehangatan sementara?

Fenomena Sosial di Era Digital

Popularitas jasa sewa teman juga tak lepas dari budaya digital.

Banyak platform kini menawarkan layanan ini, lengkap dengan profil, rating, dan ulasan.

Mirip seperti aplikasi ojek online, tapi yang disewa bukan kendaraan, melainkan kehadiran manusia.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan sosial kini bisa dipenuhi lewat sistem yang sama dengan kebutuhan transportasi atau makanan.

Refleksi: Pertemanan yang Dibayar vs Pertemanan yang Tumbuh

Pertemanan sejati biasanya tumbuh dari interaksi alami: sekolah, kerja, komunitas.

Tapi jasa sewa teman menawarkan shortcut.

Kamu bisa langsung punya teman tanpa proses panjang.

Nyaman, praktis, tapi tentu berbeda rasa. Ada jarak yang tidak bisa dihapus, karena di balik senyum dan obrolan, ada kontrak dan tarif.

Antara Realita dan Harapan

Jasa sewa teman kian diminati, dan itu menunjukkan bahwa kebutuhan sosial manusia tidak bisa diabaikan.

Kesepian adalah masalah nyata, dan orang mencari cara untuk mengatasinya.

Apakah ini merusak makna pertemanan?

Bisa jadi. Tapi di sisi lain, ia juga membuka ruang diskusi tentang bagaimana kita membangun relasi di era modern.

Karena pada akhirnya, teman yang disewa mungkin bisa menemani makan siangmu.

Tapi teman sejati adalah yang tetap hadir, bahkan ketika tidak ada kontrak atau tarif yang mengikat.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Gen Z #Kehidupan #Jasa #kesepian #teman #sewa