Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tradisi Perayaan Natal Paling Unik di Dunia, Mulai dari Memanjakan Pasangan Hingga Bersepatu Roda

M Robit Bilhaq • Jumat, 26 Desember 2025 | 03:05 WIB
Ilustrasi perayaan Natal unik di berbagai belahan dunia
Ilustrasi perayaan Natal unik di berbagai belahan dunia

RADARTUBAN - Perayaan Natal adalah salah satu momen hari raya yang paling dinanti-nantikan oleh penduduk di seluruh penjuru dunia.

Peringatan atas kelahiran Yesus Kristus ini membawa beragam makna mendalam yang terefleksikan melalui berbagai kebiasaan unik di banyak negara.

Berbagai macam variasi yang dilakukan Masyarakat di berbagai belahan bumi untuk merayakan natal ini, sangat bergantung pada latar belakang tradisi budaya serta nilai keagamaan yang dianut.

Meskipun kebiasaan bertukar kado menjadi hal yang jamak ditemui, detail prosesi perayaan natal yang menyertainya sering kali jauh berbeda dari kebiasaan pada umumnya.

1. Membaca dengan cahaya lilin setelah makan malam Natal

Salah satu tradisi yang memikat dapat ditemukan di Islandia, di mana menjelang Natal, para penerbit akan merilis berbagai judul buku baru dalam sebuah fenomena musiman yang dikenal dengan sebutan jólabókaflóð atau yang berarti banjir buku Natal.

Tradisi literasi ini memiliki akar sejarah dari masa Perang Dunia Kedua, saat kertas merupakan salah satu barang yang tidak dijatah sehingga buku menjadi pilihan hadiah yang paling masuk akal.

Hingga saat ini, kebiasaan tersebut terus dipertahankan untuk mendukung industri penerbitan lokal sekaligus melestarikan bahasa Islandia yang terancam punah.

Tepat pada tanggal 24 Desember, anggota keluarga akan saling memberikan hadiah, menikmati makan malam bersama, lalu menghabiskan sepanjang malam untuk membaca buku baru mereka di bawah pendar cahaya lilin sembari menikmati cokelat atau minuman hangat.

2. Memanjakan pasangan

Berbeda dengan Islandia, Jepang memiliki cara unik dalam memaknai Natal meskipun mayoritas penduduknya bukan penganut Kristen.

Di negeri sakura ini, malam Natal justru lebih menyerupai hari kasih sayang seperti Valentine dibandingkan sebuah perayaan keluarga.

Suasana romantis tercipta melalui lampu-lampu hiasan yang bersinar di sepanjang jalanan bersalju, restoran yang menyajikan menu-menu khusus, hingga hotel mewah yang biasanya penuh dipesan oleh para pasangan.

Sebagai pelengkap, masyarakat Jepang merayakannya dengan menyantap kurisumasu keki, yakni sebuah kue bolu berlapis krim putih dan stroberi yang tampilannya sangat rapi dan estetik.

3. Bermain kriket bersama keluarga

Kondisi yang kontras justru terjadi di Australia, saat itu di Australia Natal jatuh pada musim panas sehingga perayaannya identik dengan sinar matahari dan aktivitas di luar ruangan.

Tradisi yang sangat besar di sana adalah bermain atau menonton kriket bersama keluarga, baik di halaman belakang rumah maupun di pantai.

Acara kumpul tersebut dilakukan dan dimeriahkan dengan tradisi barbekyu atau yang dikenal dengan istilah barbie.

Keadaan cuaca yang sangat panas, hidangan laut seperti udang menjadi menu istimewa yang paling banyak disediakan bagi semua tamu dari berbagai usia.

4. Mengunjungi kuburan leluhur

Di Negara Finlandia, suasana Natal dirayakan dengan momen refleksi yang tenang melalui kunjungan ke pemakaman pada malam Natal, sekitar tiga perempat rumah tangga di sana akan datang ke makam leluhur untuk menyalakan lilin bagi kerabat yang telah tiada.

Hal tersebut mengubah area pemakaman menjadi lanskap salju yang damai dengan ribuan cahaya lilin yang berkelap-kelip, meskipun suasana di pemakaman bisa menjadi sangat ramai, momen ini tetap dianggap sebagai kesempatan langka untuk merenung dan mencari kedamaian di tengah keriuhan musim liburan.


5. Merayakan laba-laba

Tradisi yang tidak kalah unik dapat dijumpai di wilayah Ukraina Barat, di mana pohon Natal tidak dihiasi dengan bola warna-warni, melainkan dengan jaring laba-laba yang berkilauan seperti permata.

Kebiasaan tersebut berasal dari legenda rakyat Eropa Timur mengenai seekor laba-laba yang menghiasi pohon Natal milik seorang wanita miskin yang tidak sanggup membeli hiasan.

Orang Ukraina biasanya membuat jaring halus dari kawat atau kertas sebagai dekorasi, dan menemukan laba-laba asli di pohon Natal dianggap sebagai pertanda keberuntungan, sehingga sarang-sarang tersebut sengaja tidak disapu selama periode Natal berlangsung.

6. Membuat dekorasi buatan sendiri

Denmark memiliki tradisi bernama klippe klistre yang secara harfiah berarti kegiatan memotong dan menempel.

Dalam tradisi ini, orang-orang di berbagai tempat mulai dari rumah, sekolah, hingga kantor akan berkumpul untuk membuat hiasan tangan dari kertas, seperti bintang anyaman dan hati khas Natal.

Kegiatan kreatif yang dilakukan tersebut bukanlah sekadar upaya mempercantik ruangan, melainkan sebuah cara untuk membangun rasa kebersamaan dan menciptakan suasana hygge yang hangat dan nyaman demi mempererat hubungan antarindividu.

7. Mengenakan sepatu roda

Terakhir, di Venezuela, khususnya di kota Caracas, perayaan Natal dirayakan dengan penuh semangat melalui tradisi bersepatu roda.

Setiap pagi dari tanggal 16 hingga 24 Desember, saat menuju ke gereja untuk mengikuti misa de aguinaldo warga akan meluncur bersama dengan menggunakan menggunakan sepatu roda.

Pemerintah setempat bahkan menutup akses kendaraan di jalan-jalan tertentu agar warga bisa meluncur dengan aman, bahkan terkadang sambil mengenakan kostum Santa Claus.

Tradisi ini menggabungkan unsur olahraga, kegembiraan sosial, dan spiritualitas secara harmonis, yang sering kali melibatkan anak-anak yang menarik tali di jari orang tua mereka dalam suasana yang sangat riang dan penuh kebersamaan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#natal #kebiasaan #tradisi Natal #perayaan natal