RADARTUBAN - Orang sukses tidak semata-mata bergantung pada IQ tinggi, melainkan dipengaruhi berbagai faktor lain seperti kepribadian, kecerdasan emosional, dan lingkungan sosial.
Begitulah penjelasan Psikolog Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), May Lia Elfina, terkait viralnya data skor IQ Indonesia yang disebut rendah
May menegaskan bahwa IQ hanyalah indikator kemampuan kognitif umum, seperti pemecahan masalah dan pemahaman, bukan penentu kesuksesan hidup mutlak.
Keberhasilan seseorang dipengaruhi banyak faktor lainnya, seperti pemahaman, kecerdasan emosional, dan keterampilan sosial.
Dia juga menolak penyederhanaan kecerdasan bangsa menjadi satu angka, karena skor IQ sangat dipengaruhi lingkungan, pendidikan, dan kondisi sosial-ekonomi
Menangapi klaim skor rata-rata IQ Indonesia 78 dari Population Review 2025, May menyebut data itu tidak representatif akibat metodologi dan sampel yang bervariasi.
Penelitian lain menunjukkan angka berbeda, dari 70-an hingga di atas 90, tergantung tes dan konteks. Bahkan perbandingan dengan IQ gorila dianggapnya tidak ilmiah, karena perbedaan biologi dan psikologis antarspesies.
Psikolog UMM ini mendorong perhatian pada gizi, stimulasi awal anak, serta peningkatan akses pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi SDM yang unggul. IQ bisa berkembang seiring lingkungan yang mendukung, bukan vonis tetap. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama