Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sejarah Bakar-Bakaran, Tradisi yang Selalu Hadir Saat Tahun Baru di Indonesia

M. Afiqul Adib • Rabu, 31 Desember 2025 | 23:06 WIB
Alasan tradisi bakar-bakaran tahun baru jadi kebiasaan di Indonesia.
Alasan tradisi bakar-bakaran tahun baru jadi kebiasaan di Indonesia.

RADARTUBAN - Tradisi memasak dengan api sebenarnya sudah ada sejak manusia purba. Homo Erectus diperkirakan mulai menggunakan api untuk memanggang makanan.

alu, di abad ke-16, masyarakat Karibia mengembangkan teknik barbeque yang kemudian menyebar ke Amerika dan Eropa.

Di sana, barbeque menjadi simbol perayaan, kebersamaan, dan pesta.

Masuk ke Indonesia

Melalui globalisasi, tradisi barbeque ikut masuk ke Indonesia.

Awalnya mungkin hanya dilakukan oleh kalangan tertentu, tetapi lama-kelamaan menjadi populer karena sifatnya murah, sederhana, dan bisa dilakukan di mana saja.

Jagung bakar, ayam, ikan, atau sosis menjadi menu favorit karena mudah dipanggang di atas arang.

Di berbagai daerah, bakar-bakaran saat malam tahun baru sudah dianggap tradisi khas.

Dari gang kecil hingga halaman rumah, aroma asap panggangan seolah menjadi penanda wajib pergantian tahun.

Kenapa Identik dengan Tahun Baru?

Ada beberapa alasan kenapa bakar-bakaran begitu lekat dengan momen pergantian tahun:

Simbol kebersamaan: orang berkumpul, bercengkerama, dan menunggu detik pergantian tahun sambil memanggang makanan.

Murah meriah: tidak perlu biaya besar, cukup arang, panggangan sederhana, dan bahan makanan lokal.

Mudah dilakukan: bisa di halaman rumah, di pinggir jalan, atau di pantai.

Suasana hangat: api dan asap panggangan memberi nuansa cozy di malam pergantian tahun.

Siapa yang Memulai?

Tidak ada catatan pasti siapa yang pertama kali memulai tradisi bakar-bakaran tahun baru di Indonesia.

Namun, bisa dipastikan bahwa pengaruh barbeque dari luar negeri yang kemudian diadaptasi secara lokal dengan menu sederhana seperti jagung bakar.

Seiring waktu, masyarakat menjadikannya kebiasaan kolektif, hingga akhirnya identik dengan perayaan tahun baru.

Tahun baru dan bakar-bakaran identik karena tradisi barbeque yang masuk lewat globalisasi lalu diadaptasi secara lokal. 

Dia menjadi simbol kebersamaan, murah meriah, dan mudah dilakukan.

Siapa yang memulai? Tidak ada tokoh tunggal, melainkan hasil adaptasi budaya yang kemudian berkembang menjadi tradisi khas masyarakat Indonesia. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#bakar #perayaan #tahun baru #kebersamaan