Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenapa Kita Merasa Harus Berubah Setiap Tahun Baru? Ini Penjelasan Sosial dan Psikologisnya

Amaliya Syafithri • Jumat, 2 Januari 2026 | 16:05 WIB
Ilustrasi seseorang yang tengah berpikir
Ilustrasi seseorang yang tengah berpikir

RADARTUBAN - Terkadang muncul perasaan "harus berubah" ketika tahun baru tiba. Ia terbentuk oleh konstruksi sosial yang terus diulang, seperti resolusi, unggahan media sosial, hingga narasi motivasi yang masif.

Seolah tahun baru menjadi garis pemisah antara diri kita yang "gagal" dan diri kita yang "ideal."

Konsep tahun baru modern dari sisi kebudayaan banyak dipengaruhi oleh barat, yang menekankan progres, pencapaian, dan pembaruan diri.

Adanya kalender Masehi diposisikan sebagai patokan universal, padahal cara setiap budaya berbeda-beda dalam hal memaknai waktu.

Dari sisi masyarakat tradisional Nusantara, perubahan tidak selalu berkaitan dengan tanggal tertentu.

Budaya perbandingan tampaknya juga memengaruhi tekanan untuk berubah. Media sosial selalu memperlihatkan pencapaian orang lain secara instan, sehingga perubahan terasa seperti sebuah kewajiban, bukan kebutuhan personal.

Akibatnya, banyak orang justru merasa cemas bahkan sebelum tahun baru benar-benar datang.

Jika dilihat dari sisi psikologis, manusia cenderung akan mencari momen simbolik untuk memulai sesuatu. Tahun baru akhirnya menjadi simbol harapan, meski tidak selalu realistis.

Ketika simbol seperti ini tidak diimbangi dengan pemahaman diri, perubahan justru bisa menjadi beban.

Tradisi lama mengajarkan pendekatan yang berbeda terkait perubahan. Ia dilakukan melalui proses yang bertahap, entah itu melalui laku spiritual, kebiasaan sehari-hari, maupun pengendalian diri.

Tidak ada tuntutan instan karena hidup ini dipahami sebagai sebuah perjalanan yang panjang.

Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa dorongan untuk berubah di tahun baru bersifat konstruksi sosial, sehingga kita bisa bersikap lebih bijak.

Berubah itu memang penting, tetapi tidak harus dipaksakan untuk mengikuti ritme yang ada. Karena perubahan terbaik lahir dari kesadaran, bukan tekanan tanggal di kalender. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#motivasi #resolusi #berubah #budaya #tahun baru