Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tahun Baru Tanpa Resolusi: Belajar dari Cara Orang-Orang Lama Menyikapi Waktu

Amaliya Syafithri • Sabtu, 3 Januari 2026 | 06:10 WIB
Ilustrasi perayaan tahun baru
Ilustrasi perayaan tahun baru

RADARTUBAN - Setiap pergantian tahun, resolusi bagaikan ritual yang hampir wajib ada.

Terkadang kita bahkan berjanji untuk hidup lebih sehat, hingga membuat target pencapaian pribadi untuk tahun yang akan dilalui.

Namun, tidak sedikit juga yang merasa gagal di awal tahun karena resolusi yang tidak tercapai.

Menariknya, konsep ini sebenarnya bukan cara utama orang-orang lama (zaman dulu) menyikapi waktu.

Banyak tradisi Nusantara yang memaknai pergantian waktu tidak hanya sebagai momentum perubahan drastis, tetapi saat untuk evaluasi dan penataan batin.

Misalnya dalam budaya Jawa, ada pergantian tahun di malam 1 suro, ini lebih dikenal dengan waktu lelaku, tirakat, can refleksi diri.

Tidak ada target-target ambisius, tetapi lebih memahami posisi diri dalam tatanan hidup.

Orang-orang lama menganggap waktu sebagai siklus, bukan garis lurus yang harus selalu naik.

Contohnya saja kalender Jawa dan Hijriah yang menekankan keseimbangan lahir batin.

Perubahan yang ada justru dianggap sebagai proses alamiah, bukan tekanan sosial.

Namun, budaya modern berbeda. Lebih menekankan pada produktivitas dan pencapaian. Sedangkan masyarakat tradisional lebih menekankan kesadaran diri.

Mereka percaya perubahan sejati itu tidak lahir dari janji besar, tetapi dari laku kecil yang konsisten.

Kegagalan bukanlah aib, tetapi bagian dari perjalanan hidup. Itulah yang membuat masyarakat tradisional lebih tenang menjalani waktu mereka.

Jangan menganggap tahun baru tanpa resolusi itu tanpa arah. Justru pendekatan ini membuat kita lebih mengerti kemampuan dan keadaan diri sendiri. Kita memahami apa yang perlu kita rawat, kita lepas, atau kita terima.

Belajar dari cara orang-orang lama menyikapi waktu akan membuat tahun baru ini menjadi ruang untuk menata ulang makna hidup kita, bukan sekadar daftar janji yang mudah dilupakan kapan saja. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pergantian tahun #resolusi #tahun baru #refleksi diri