Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenapa Kita Lebih Sopan kepada Orang Asing daripada Orang Terdekat? Ini Penjelasan Psikologisnya

M. Afiqul Adib • Sabtu, 17 Januari 2026 | 20:35 WIB
Misteri komunikasi umat manusia, yang lebih sopan pada orang asing
Misteri komunikasi umat manusia, yang lebih sopan pada orang asing

RADARTUBAN - Fenomena sosial yang menarik: banyak orang lebih sopan kepada orang asing daripada kepada orang terdekat.

Kita bisa menahan emosi, memilih kata-kata halus, dan menjaga sikap ketika berhadapan dengan orang yang baru dikenal. Namun, kepada keluarga atau sahabat, kita sering lebih blak-blakan, bahkan kadang kasar.

Artikel ini membahas mengapa hal itu terjadi dan bagaimana kita bisa menyeimbangkannya.

Sopan Santun sebagai Norma Sosial

Sopan santun adalah bagian dari norma sosial. Saat berhadapan dengan orang asing, kita merasa perlu menjaga citra diri.

Ada dorongan untuk tampil baik, karena orang lain belum mengenal kita. Maka, kita lebih berhati-hati dalam berbicara dan bertindak. Kesopanan menjadi semacam “tameng” agar diterima dalam lingkungan sosial.

Kenyamanan dengan Orang Terdekat

Sebaliknya, dengan orang terdekat, kita merasa lebih nyaman. Hubungan yang sudah akrab membuat kita tidak perlu berpura-pura. Kita bisa menunjukkan sisi asli, termasuk emosi negatif.

Akibatnya, kesopanan sering kali berkurang. Kita lebih mudah marah, lebih sering bicara tanpa filter, karena merasa orang terdekat akan tetap menerima kita apa adanya.

Baca Juga: Apa Maksud dari Sikap Sopan Saat Persidangan yang Bisa Meringakan Hukuman? Begini Penjelasannya

Faktor Psikologis

Fenomena ini juga berkaitan dengan psikologi. Kepada orang asing, ada rasa takut dihakimi, sehingga kita menjaga sikap.

Kepada orang terdekat, rasa takut itu hilang. Justru karena ada rasa aman, kita lebih berani menunjukkan sisi yang tidak selalu indah.

Ironisnya, rasa aman ini kadang membuat kita abai untuk tetap menghargai orang yang paling dekat dengan kita.

Dampak pada Hubungan

Jika dibiarkan, kebiasaan lebih sopan kepada orang asing daripada orang terdekat bisa merusak hubungan.

Orang terdekat bisa merasa tidak dihargai, meski sebenarnya kita tidak bermaksud demikian.

Padahal, merekalah yang paling layak mendapat perlakuan baik. Kesopanan bukan hanya untuk menjaga citra di luar, tetapi juga untuk merawat hubungan di dalam.

Menyeimbangkan Sikap

Kesadaran adalah kunci. Kita perlu menyadari bahwa orang terdekat juga berhak mendapat perlakuan sopan.

Menjaga kata-kata, menghargai perasaan, dan menahan emosi bukan hanya untuk orang asing, tetapi juga untuk keluarga dan sahabat.

Dengan menyeimbangkan sikap, hubungan menjadi lebih sehat, dan rasa nyaman tidak berubah menjadi abai.

Kenapa kita lebih sopan ke orang asing daripada orang terdekat? Karena norma sosial dan rasa aman membuat sikap kita berbeda.

Namun, penting untuk diingat: orang terdekat justru lebih layak mendapat kesopanan dan penghargaan. Dengan menyeimbangkan sikap, kita bisa menjaga hubungan tetap hangat dan penuh makna.

Pada akhirnya, sopan santun bukan hanya tentang citra di luar, tetapi tentang kualitas hubungan di dalam.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#orang asing #sopan santun #sopan #orang terdekat