Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Nggak Semua Pertemanan Harus Diselamatkan: Refleksi tentang Batas dan Kedewasaan

M. Afiqul Adib • Minggu, 18 Januari 2026 | 07:24 WIB
Menyoal pertemanan ketika sudah dewasa
Menyoal pertemanan ketika sudah dewasa

RADARTUBAN - Dalam perjalanan hidup, kita bertemu banyak orang dan menjalin berbagai pertemanan. Namun, tidak semua pertemanan berjalan mulus. Ada yang penuh dukungan, ada yang melelahkan.

Pertanyaannya: apakah semua pertemanan harus diselamatkan? Artikel ini mengajak kita merenung bahwa kadang melepaskan adalah bentuk kedewasaan, bukan kelemahan.

Pertemanan dan Dinamikanya

Pertemanan adalah bagian penting dari kehidupan. Ia memberi rasa kebersamaan, tempat berbagi cerita, dan dukungan emosional.

Namun, pertemanan juga punya dinamika. Ada kalanya hubungan menjadi tidak sehat: penuh drama, tidak seimbang, atau bahkan merugikan salah satu pihak.

Dalam kondisi seperti itu, kita sering merasa terjebak antara ingin bertahan atau melepaskan.

Tidak Semua Harus Dipertahankan

Ada anggapan bahwa pertemanan harus selalu dijaga, apapun kondisinya. Padahal, tidak semua pertemanan layak dipertahankan.

Jika hubungan lebih banyak membawa luka daripada kebahagiaan, maka mempertahankannya justru bisa menghambat pertumbuhan diri.

Kedewasaan berarti berani melihat kenyataan bahwa tidak semua orang cocok berjalan bersama kita dalam jangka panjang.

Melepaskan sebagai Bentuk Kedewasaan

Melepaskan pertemanan bukan berarti membenci. Ia bisa menjadi cara untuk menjaga diri sendiri. Dengan melepaskan, kita memberi ruang bagi diri untuk tumbuh tanpa beban.

Kita juga memberi kesempatan bagi orang lain untuk menemukan lingkaran yang lebih sesuai.

Kedewasaan adalah menyadari bahwa tidak semua hubungan harus dipaksa bertahan, dan bahwa perpisahan kadang lebih sehat daripada keterikatan yang dipaksakan.

Pertemanan yang Sehat

Pertemanan yang layak dipertahankan adalah yang memberi energi positif. Teman yang mendukung, menghargai, dan hadir tanpa pamrih adalah aset berharga. Mereka membuat kita merasa diterima apa adanya.

Sebaliknya, pertemanan yang penuh manipulasi, kompetisi tidak sehat, atau merendahkan diri sebaiknya tidak dipaksakan. Dengan memilih pertemanan yang sehat, kita belajar menjaga kualitas hidup.

Nggak semua pertemanan harus diselamatkan. Ada kalanya melepaskan justru menjadi langkah terbaik. Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dalam hubungan yang melelahkan.

Kedewasaan adalah berani memilih pertemanan yang sehat, dan berani meninggalkan yang tidak lagi memberi makna. Pada akhirnya, pertemanan bukan soal jumlah, melainkan soal kualitas.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#hubungan tidak sehat #kedewasaan #pertemanan