RADARTUBAN - Di awal tahun 2026, muncul tren baru dalam cara orang menemukan pasangan romantis, yakni melalui kegiatan olahraga, bukan sekadar aplikasi kencan.
Berdasarkan beberapa laporan dan hasil studi tren, olahraga kini menjadi media sosial alami untuk bersosialisasi, berinteraksi, dan bertemu orang baru.
Sebuah studi oleh Feeld, sebuah aplikasi kencan yang memantau berbagai tren hubungan dan gaya hidup, menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas olahraga seperti klub lari, tenis, bola basket, dan olahraga komunitas lainnya menjadi jalur utama bagi banyak lajang untuk bertemu dan membangun koneksi baru.
Perubahan tren ini terutama terlihat pada Gen Z dan milenial yang mulai mencari interaksi sosial yang lebih alami, bukan sekadar perkenalan melalui layar, tetapi melalui pengalaman bersama seperti olahraga terorganisir.
Aktivitas seperti running club bahkan sering disebut sebagai “Tinder baru”, karena memberi ruang untuk berbicara dan saling mengenal tanpa tekanan formal seperti kencan tradisional.
Menurut para ahli, beberapa faktor yang mendorong tren ini termasuk meningkatnya kesadaran akan kesehatan fisik dan mental, serta kebutuhan masyarakat untuk bersosialisasi secara langsung setelah masa pandemi dan keterbatasan interaksi sosial sebelumnya.
Diet budaya yang menekankan wellness, partisipasi perempuan dalam olahraga, dan peningkatan minat pada olahraga non-mainstream juga memperkuat tren ini.
Tidak hanya sekadar bertemu seseorang, olahraga memberikan konteks sosial yang kuat.
Selain itu, pengalaman bersama meningkatkan peluang terbentuknya hubungan yang lebih bermakna.
Baik itu berlari bersama di taman, bermain tenis, atau naik komunitas sepeda, olahraga menjadi tempat baru untuk menjalin koneksi, baik persahabatan maupun hubungan romantis. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni