RADARTUBAN - Kenapa bayi lebih nyenyak tidur saat ditemani orang tua menjadi pertanyaan yang kerap muncul di kalangan orang tua, terutama ketika bayi lebih cepat terbangun saat ditidurkan sendirian.
Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan berkaitan dengan pola tidur bayi yang masih berkembang dan sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya.
Sejumlah pakar menyebut kehadiran orang dewasa memberikan rasa aman yang berdampak langsung pada kualitas tidur bayi.
Baca Juga: Usai Libur Lebaran, Begini Atur Pola Tidur dan Hidup Sehat agar Kembali ke Ritme Kerja
Pola Tidur Bayi Masih Belum Stabil
Bayi memiliki pola tidur bayi yang berbeda dibandingkan orang dewasa karena sistem saraf mereka belum matang sepenuhnya.
Dalam fase awal kehidupan, bayi lebih sering berada pada tahap tidur ringan sehingga mudah terbangun oleh perubahan kecil di sekitarnya.
Kondisi ini membuat bayi cenderung lebih sering terjaga ketika merasa sendirian atau kehilangan stimulus yang familiar.
Peran Kehadiran Orang Tua Saat Bayi Tidur
Penelitian menunjukkan kehadiran orang tua saat tidur memberikan efek menenangkan bagi bayi.
Bayi mengenali suara napas, aroma tubuh, dan sentuhan orang tua sebagai sinyal keamanan.
Ketika sinyal ini hilang, bayi dapat masuk ke kondisi siaga yang membuat tidurnya lebih singkat.
Penjelasan James J. McKenna Tentang Tidur Bayi
James J. McKenna, profesor antropologi dari University of Notre Dame, dikenal sebagai salah satu pakar dunia dalam studi tidur ibu dan bayi.
McKenna menjelaskan bahwa bayi secara biologis dirancang untuk tidur dekat dengan pengasuhnya.
Ia menegaskan bahwa tidur dekat orang tua membantu bayi mengatur pernapasan, suhu tubuh, dan detak jantung.
Dalam salah satu tulisannya, McKenna menyatakan “Bayi merasa paling aman ketika berada dalam jangkauan sensorik orang tua mereka, baik melalui sentuhan, suara, maupun aroma tubuh.”
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kehadiran orang tua saat tidur bagi stabilitas fisiologis bayi.
Baca Juga: Viral Teori Setiap Bayi Punya Fase Wajah Mirip Prabowo, Ini Penjelasan Dokter Anak
Kaitan Antara Rasa Aman dan Tidur Lebih Lama
Rasa aman merupakan faktor kunci dalam kualitas pola tidur bayi.
Saat bayi merasa aman, tubuhnya lebih mudah memasuki fase tidur dalam yang lebih panjang.
Sebaliknya, bayi yang merasa tidak aman cenderung sering terbangun untuk memastikan lingkungannya tetap terkendali.
Kenapa Bayi Lebih Nyenyak Tidur Saat Ditemani Orang Tua
Jawaban atas pertanyaan kenapa bayi lebih nyenyak tidur saat ditemani orang tua terletak pada naluri dasar bertahan hidup bayi.
Dalam perspektif evolusi, bayi yang dekat dengan orang dewasa memiliki peluang bertahan hidup lebih besar.
Naluri ini masih bekerja hingga saat ini dan memengaruhi cara bayi merespons tidur.
Pandangan Pakar Tentang Tidur Mandiri Bayi
Meski kehadiran orang tua terbukti menenangkan, para pakar menilai tidur mandiri tetap dapat dilatih secara bertahap.
James J. McKenna menekankan bahwa tidak ada satu metode tidur yang cocok untuk semua keluarga.
Ia menyarankan orang tua menyesuaikan pola tidur bayi dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing keluarga.
Kenapa bayi lebih nyenyak tidur saat ditemani orang tua dapat dijelaskan melalui faktor biologis, psikologis, dan naluri dasar bayi.
Pendapat James J. McKenna memperkuat bahwa kehadiran orang tua saat tidur bukan kebiasaan buruk, melainkan respons alami bayi terhadap rasa aman.
Pemahaman ini diharapkan membantu orang tua mengambil keputusan yang tepat terkait pola tidur bayi tanpa rasa bersalah. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni