Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenapa Kucing Mengubur Kotorannya: Naluri, Ilmu, dan Penjelasan Ahli Perilaku Hewan

Bihan Mokodompit • Rabu, 21 Januari 2026 | 15:15 WIB
Ilustrasi kucing
Ilustrasi kucing

RADARTUBAN - Kenapa kucing mengubur kotorannya adalah pertanyaan yang sering muncul dari pemilik kucing di seluruh dunia dan juga menjadi topik yang menarik dalam kajian perilaku hewan.

Kenapa kucing melakukan perilaku ini sangat berkaitan dengan naluri, evolusi, dan komunikasi sosial kucing, baik di alam liar maupun dalam lingkungan rumah.

Insting Evolusi: Warisan dari Kucing Liar

Kucing domestik modern masih mempertahankan perilaku yang diturunkan dari nenek moyang mereka yang hidup di alam liar.

Naluri ini membuat mereka menutupi kotoran setelah buang air besar. Perilaku ini disebut instinctive concealment, yakni upaya untuk menyamarkan jejak yang dapat menarik perhatian predator atau pesaing di alam bebas.

Selain itu, perilaku mengubur kotoran juga membantu kucing domestik menjaga kebersihan lingkungan mereka sehingga tidak ada bau tajam yang dapat mengganggu kenyamanan di rumah.

Makna Sosial di Dunia Kucing

Tidak semua kucing akan selalu mengubur kotoran mereka. Ini karena dalam dunia kucing, tingkah laku tersebut juga bisa mencerminkan posisi sosial mereka.

Kucing yang lebih rendah dalam hierarki sosial atau merasa tidak dominan cenderung menutupi kotorannya sebagai tanda bahwa mereka tidak ingin menantang kucing lain yang dominan.

Sebaliknya, kucing yang merasa dominan bahkan terkadang tidak mengubur kotorannya, yang disebut dengan middening, sebuah perilaku menandai wilayah melalui bau.

Perilaku Mengubur Kotoran Sebagai Bagian dari Kebersihan

Kucing dikenal sebagai hewan yang sangat bersih dan sangat sensitif terhadap bau karena indera penciumannya yang tajam.

Ketika kucing mengubur kotorannya, itu bukan sekadar kebiasaan lucu, melainkan cara alami untuk meredam bau yang kuat sehingga mereka dan anggota keluarga kucing lainnya tetap merasa nyaman di sekitar area buang air.

Ahli Perilaku Hewan dan Penjelasannya

Para ahli perilaku hewan telah banyak membahas perilaku ini sebagai bagian dari adaptasi biologis dan sosial kucing:

Desmond Morris, seorang ahli zoologi dan etologi terkenal, dalam bukunya Catlore, menjelaskan bahwa perilaku seperti mengubur kotoran mencerminkan bagaimana kucing tetap mempertahankan naluri primitif mereka, walaupun hidup sebagai hewan domestik.

Morris mengungkap bahwa kucing domestik, sebagaimana kucing liar, melihat kebutuhan untuk menyembunyikan jejak yang kuat secara intuitif.

Jackson Galaxy, ahli perilaku kucing yang terkenal lewat program My Cat from Hell, sering menekankan bahwa perilaku kucing terkait buang air, termasuk mengubur kotorannya, adalah bagian dari bahasa tubuh dan komunikasi kucing dalam lingkungan rumah.

Galaxy menyatakan dalam salah satu sesi edukasinya bahwa perilaku ini membantu kucing merasa aman dan mengurangi potensi konflik dalam rumah tangga yang memiliki lebih dari satu kucing.

Cat behaviorist biasanya mengatakan: “Perilaku kucing mencerminkan kadar stress, perasaan aman, dan juga cara mereka berinteraksi dengan lingkungannya.” – Jackson Galaxy (tren edukasi perilaku kucing)

Perilaku yang Tidak Selalu Sama pada Semua Kucing

Walaupun banyak kucing mengubur kotoran setelah BAB, tidak semua kucing akan melakukan hal yang sama. Faktor lingkungan seperti type litter box yang tidak nyaman, tempat kotak terlalu sempit, atau kondisi stres dapat membuat kucing berhenti menutupi kotorannya.

Selain itu, ada juga kucing yang tidak pernah benar-benar belajar perilaku ini karena tidak mendapat contoh dari induknya saat kecil.

Perilaku kucing mengubur kotorannya bukan sekadar kebiasaan unik atau “sok bersih,” tetapi merupakan gabungan dari naluri evolusioner, kebersihan, dan komunikasi sosial yang telah terprogram dalam DNA mereka.

Naluri ini membantu mereka bertahan dari ancaman, mengurangi bau yang bisa menarik predator, dan mengatur hubungan sosial antar kucing di lingkungan mereka. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kucing #hierarki sosial #kucing mengubur kotorannya #Evolusi #Naluri