Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Drama China Kian Diminati: Dari Stereotip Lebay hingga Tren Microdrama Satu Menitan

M. Afiqul Adib • Kamis, 22 Januari 2026 | 13:10 WIB
Drama Cina kian diminati, tren microdrama.
Drama Cina kian diminati, tren microdrama.

RADARTUBAN - Dalam beberapa tahun terakhir, drama Cina semakin diminati oleh penonton global, termasuk di Indonesia.

Padahal, dulu drama Cina sering dianggap “lebay” karena gaya akting yang ekspresif, alur cerita penuh konflik, dan visualisasi yang dramatis.

Namun, justru karakteristik inilah yang kini menjadi daya tarik tersendiri. Ditambah dengan hadirnya format baru seperti microdrama atau drama satu menitan, popularitasnya semakin meroket di era media sosial.

Baca Juga: Sinopsis Can This Love Be Translated, Drama Korea Kim Seon Ho dan Go Youn Jung yang Bikin Nagih

Dari “Lebay” Jadi Ciri Khas

Salah satu alasan drama Cina sering dicap lebay adalah penggunaan ekspresi berlebihan, plot yang penuh kejutan, dan konflik yang kadang terasa tidak realistis.

Namun, bagi banyak penonton, gaya ini justru menghadirkan hiburan yang berbeda. Drama Cina menawarkan intensitas emosi yang jarang ditemukan di drama lain.

Seiring waktu, penonton mulai melihat bahwa “lebay” bukan kelemahan, melainkan ciri khas.

Drama Cina berhasil membangun identitas unik yang membuatnya mudah dikenali dan diingat.

Microdrama: Drama Satu Menitan

Fenomena terbaru adalah microdrama, yakni drama super singkat dengan durasi hanya satu menit.

Format ini lahir dari kebutuhan penonton media sosial yang lebih suka konten cepat dan padat.

Microdrama biasanya menampilkan satu konflik inti, resolusi singkat, dan ending yang mengejutkan.

Keunggulan microdrama:

Durasi singkat: cocok untuk penonton yang tidak punya banyak waktu.

Mudah viral: format pendek lebih mudah dibagikan di TikTok, Reels, atau platform serupa.

Kreatif: keterbatasan waktu memaksa kreator untuk menyusun cerita yang padat dan menarik.

Microdrama menjadi bukti bahwa drama Cina mampu beradaptasi dengan tren digital, sekaligus memperluas audiensnya.

Baca Juga: Netflix Rilis Serial Drama Korea Terbaru Cashero, Hadirkan Aktor dan Aktris ternama

Alasan Drama Cina Kian Diminati

Ada beberapa faktor yang membuat drama Cina semakin populer:

Variasi genre: dari romansa, fantasi, hingga sejarah, semua tersedia.

Produksi masif: jumlah drama yang diproduksi sangat banyak, sehingga pilihan penonton lebih beragam.

Distribusi digital: platform streaming memudahkan akses drama Cina ke seluruh dunia.

Format fleksibel: selain drama panjang, kini ada microdrama yang sesuai dengan budaya konsumsi cepat.

Respon Budaya Penonton

Fenomena ini juga mencerminkan perubahan budaya penonton. Generasi hari ini, entah muda atau tua, lebih suka konten singkat, instan, dan mudah diakses.

Drama satu menitan menjawab kebutuhan itu. Sementara drama panjang tetap diminati oleh mereka yang ingin menikmati cerita mendalam.

Dengan kata lain, drama Cina berhasil menjangkau dua segmen sekaligus: penonton yang mencari hiburan cepat dan penonton yang ingin cerita kompleks.

Drama Cina kini bukan hanya hiburan “lebay” seperti stereotip lama, tetapi sudah menjadi fenomena global.

Dari drama panjang hingga microdrama satu menitan, semuanya menunjukkan kemampuan adaptasi industri hiburan Cina terhadap tren digital.

Pada akhirnya, popularitas drama Cina adalah bukti bahwa hiburan tidak harus realistis untuk diminati. Justru gaya ekspresif dan format singkat membuatnya semakin relevan di era media sosial. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Microdrama #media sosial #drama china #Indonesia