RADARTUBAN - Tanaman liar yang sering kita lihat tumbuh di pekarangan, tegalan, dan pinggir jalan, yang dikenal sebagai krokot (Portulaca oleracea), kini semakin mendapat perhatian sebagai superfood global karena nutrisi tinggi dan potensi kesehatannya.
Tanaman Liar yang Mudah Tumbuh
Secara botani, krokot termasuk dalam keluarga Portulacaceae dan dikenal luas di berbagai belahan dunia sebagai tanaman yang mudah tumbuh tanpa perawatan ekstra.
Tanaman ini mampu hidup di tanah kering, minim air, dan sering dianggap gulma karena tumbuh tanpa ditanam.
Baca Juga: Benarkah Tanaman Bisa Bicara Lewat Aroma? Begini Jawabannya
Kaya Omega-3 dan Vitamin Penting
Krokot mengandung omega-3, vitamin A, C, dan E, serta mineral penting seperti magnesium, kalsium, dan zat besi yang dibutuhkan tubuh.
Jumlah omega-3 pada krokot bahkan dilaporkan lebih tinggi dibandingkan sayuran lain seperti bayam, menjadikannya sumber nabati yang berharga bagi vegetarian dan vegan, terutama di negara-negara Barat yang permintaan sumber omega-3 non-ikan terus meningkat.
Superfood Favorit di Eropa
Popularitas krokot sebagai superfood terutama berkembang di Eropa, seperti di Prancis, Italia, dan Polandia.
Di negara-negara tersebut, krokot mulai dibudidayakan secara sengaja dan digunakan sebagai bahan salad, campuran hidangan sayuran, hingga smoothie sehat.
Di Italia, misalnya, daun krokot sering ditambahkan dalam salad bersama tomat dan bawang, memberikan rasa asam ringan sekaligus nutrisi tambahan.
Tren Hidup Sehat Dorong Permintaan
Tren ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat Eropa terhadap gaya hidup sehat.
Banyak konsumen kini lebih tertarik pada makanan alami, rendah kalori, tinggi antioksidan, dan kaya nutrisi—semua karakteristik yang dimiliki krokot.
Tanaman ini juga mulai dilirik pelaku usaha kuliner dan produsen makanan kesehatan untuk diolah menjadi pesto, topping salad, hingga bubuk nutrisi untuk suplemen dan makanan fungsional.
Di Indonesia Masih Dianggap Gulma
Meski populer di luar negeri, di Indonesia krokot masih sering dianggap tanaman pengganggu.
Padahal, berbagai studi menyebut krokot memiliki manfaat kesehatan besar, mulai dari potensi antiinflamasi, antioksidan, hingga membantu menjaga kesehatan jantung dan metabolisme, meskipun sebagian manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan.
Potensi Jadi Komoditas Unggulan
Dengan semakin meluasnya informasi tentang kesehatan dan tren makanan alami, krokot berpeluang menjadi produk unggulan Indonesia.
Tanaman yang selama ini tumbuh liar tersebut tidak hanya bisa dikonsumsi lokal, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai komoditas ekspor bernilai tambah di pasar superfood global. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni