Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Krokot, Tanaman Liar yang Sering Dianggap Gulma Kini Jadi Superfood Favorit di Eropa karena Kaya Omega-3

Amaliya Syafithri • Kamis, 29 Januari 2026 | 06:10 WIB
Tanaman krokot yang tumbuh liar ternyata kaya nutrisi dan dibudidayakan di Eropa sebagai bahan salad.
Tanaman krokot yang tumbuh liar ternyata kaya nutrisi dan dibudidayakan di Eropa sebagai bahan salad.

RADARTUBAN - Tanaman liar yang sering kita lihat tumbuh di pekarangan, tegalan, dan pinggir jalan, yang dikenal sebagai krokot (Portulaca oleracea), kini semakin mendapat perhatian sebagai superfood global karena nutrisi tinggi dan potensi kesehatannya.

Tanaman Liar yang Mudah Tumbuh

Secara botani, krokot termasuk dalam keluarga Portulacaceae dan dikenal luas di berbagai belahan dunia sebagai tanaman yang mudah tumbuh tanpa perawatan ekstra.

Tanaman ini mampu hidup di tanah kering, minim air, dan sering dianggap gulma karena tumbuh tanpa ditanam.

Baca Juga: Benarkah Tanaman Bisa Bicara Lewat Aroma? Begini Jawabannya

Kaya Omega-3 dan Vitamin Penting

Krokot mengandung omega-3, vitamin A, C, dan E, serta mineral penting seperti magnesium, kalsium, dan zat besi yang dibutuhkan tubuh.

Jumlah omega-3 pada krokot bahkan dilaporkan lebih tinggi dibandingkan sayuran lain seperti bayam, menjadikannya sumber nabati yang berharga bagi vegetarian dan vegan, terutama di negara-negara Barat yang permintaan sumber omega-3 non-ikan terus meningkat.

Superfood Favorit di Eropa

Popularitas krokot sebagai superfood terutama berkembang di Eropa, seperti di Prancis, Italia, dan Polandia.

Di negara-negara tersebut, krokot mulai dibudidayakan secara sengaja dan digunakan sebagai bahan salad, campuran hidangan sayuran, hingga smoothie sehat.

Di Italia, misalnya, daun krokot sering ditambahkan dalam salad bersama tomat dan bawang, memberikan rasa asam ringan sekaligus nutrisi tambahan.

Tren Hidup Sehat Dorong Permintaan

Tren ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat Eropa terhadap gaya hidup sehat.

Banyak konsumen kini lebih tertarik pada makanan alami, rendah kalori, tinggi antioksidan, dan kaya nutrisi—semua karakteristik yang dimiliki krokot.

Tanaman ini juga mulai dilirik pelaku usaha kuliner dan produsen makanan kesehatan untuk diolah menjadi pesto, topping salad, hingga bubuk nutrisi untuk suplemen dan makanan fungsional.

Di Indonesia Masih Dianggap Gulma

Meski populer di luar negeri, di Indonesia krokot masih sering dianggap tanaman pengganggu.

Padahal, berbagai studi menyebut krokot memiliki manfaat kesehatan besar, mulai dari potensi antiinflamasi, antioksidan, hingga membantu menjaga kesehatan jantung dan metabolisme, meskipun sebagian manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan.

Potensi Jadi Komoditas Unggulan

Dengan semakin meluasnya informasi tentang kesehatan dan tren makanan alami, krokot berpeluang menjadi produk unggulan Indonesia.

Tanaman yang selama ini tumbuh liar tersebut tidak hanya bisa dikonsumsi lokal, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai komoditas ekspor bernilai tambah di pasar superfood global. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Krokot #Portulaca oleracea #tanaman liar #omega-3