Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Podcast Raymond Chin Ungkap Strategi Bertahan 2026, Gaji UMR Tak Halangi Pensiun

Rista Dwi Indarwati • Senin, 2 Februari 2026 | 17:35 WIB

Raymond Chin dan narasumber membahas cara pekerja bergaji UMR meraih pensiun layak.
Raymond Chin dan narasumber membahas cara pekerja bergaji UMR meraih pensiun layak.

RADARTUBAN – Ancaman masa tua yang sulit sering kali membayangi pekerja dengan pendapatan sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Masalah ini dibahas secara mendalam dalam podcast terbaru di kanal YouTube Raymond Chin, yang menampilkan Theo Derick serta ahli perbankan.

Pembicaraan tersebut menjelaskan bahwa kunci menghadapi tantangan ekonomi pada 2026 bukan hanya tergantung pada besarnya gaji, melainkan pada perubahan pola pikir dan kedisiplinan dalam mengelola keuangan sejak awal.

Baca Juga: Fenomena Gaya Hidup ala Jakarta dengan Gaji UMR Jogja: Tekanan Sosial hingga Minimnya Literasi Keuangan

Tantangan Ekonomi 2026 dan Ancaman Inflasi

Dalam podcast bertajuk Strategi Survival 2026 tersebut, diungkapkan bahwa tahun 2026 diperkirakan akan menjadi periode penuh tantangan dari sisi ekonomi makro.

Laju inflasi yang lebih cepat dibanding pertumbuhan tabungan dinilai menjadi risiko serius, terutama bagi Generasi Z dan milenial yang ingin memiliki aset seperti rumah maupun dana pensiun.

"Banyak orang menerima gaji, digunakan untuk berbelanja terlebih dahulu, baru sisanya ditabung. Seharusnya dibalik, anggaran di awal itu mutlak," kata Raymond Chin dalam perbincangan santai tersebut.

Baca Juga: Erina Gudono Pakai Bando Seharga 4 Kali Lipat UMR Jogja, Netizen: Dulu Sederhana Sekarang Ketularan Anak Mertuanya!

Memutus Mata Rantai Generasi Sandwich

Fenomena generasi sandwich di Indonesia kerap terjadi akibat minimnya perencanaan keuangan di masa lalu.

Untuk menghentikan siklus ini, Theo Derick menekankan pentingnya tiga pilar utama, yakni pengembangan diri, perluasan jaringan, dan menjaga likuiditas keuangan.

"Pertanyaannya bukan ingin berinvestasi apa, tapi ingin belajar apa agar nilai kita meningkat dan bisa dipertukarkan dengan penghasilan yang lebih besar," tegas Theo.

Menurutnya, mengandalkan satu sumber pendapatan saja di era saat ini sudah tidak lagi optimal.

Pekerjaan sampingan atau side hustle kini berubah dari pilihan menjadi kebutuhan.

Kedisiplinan Keuangan Jadi Kunci Utama

Sejalan dengan pandangan tersebut, Joko, praktisi perbankan yang turut hadir dalam podcast, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan senjata terpenting dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur iming-iming keuntungan cepat yang berisiko tinggi.

"Mulailah dari yang kecil, misalnya 5 sampai 10 persen dari gaji disisihkan secara rutin. Faktor bunga majemuk dan waktu akan memberikan hasil luar biasa jika dimulai sejak dini," jelasnya.

Baca Juga: Apakah Bisa Investasi dengan Gaji UMR: Nekat Tapi Bisa Bikin Pensiun Dini

Pensiun Layak Bukan Hanya untuk Orang Kaya

Pembahasan dalam podcast tersebut menyimpulkan bahwa pensiun layak bukan hanya milik mereka yang bergaji besar.

Pekerja dengan gaji UMR pun tetap memiliki peluang untuk menikmati masa tua yang nyaman, asalkan dibarengi dengan upaya meningkatkan pendapatan dan menekan gaya hidup konsumtif.

Bagi masyarakat Tuban dan sekitarnya, pesan ini menjadi peringatan penting.

Di tengah tantangan ekonomi ke depan, kemampuan mengelola keuangan serta terus meningkatkan keterampilan menjadi modal utama untuk bertahan dan menikmati masa tua tanpa membebani generasi berikutnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#umk #Theo Derick #gaji umr #masa tua #upah minimum kabupaten #raymond chin #pensiun