Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kamu Susah Bilang Tidak Pada Orang Lain? Begini Cara Keluar dari Pola People Pleaser Ala Oprah Winfrey

Bihan Mokodompit • Selasa, 3 Februari 2026 | 12:05 WIB
Oprah Winfrey Ungkap hal mengejutkan tentang People pleaser
Oprah Winfrey Ungkap hal mengejutkan tentang People pleaser

RADARTUBAN - People pleaser adalah istilah yang kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sulit menolak permintaan orang lain meski harus mengorbankan dirinya sendiri.

Fenomena people pleaser kini semakin sering dibahas karena berkaitan langsung dengan isu kesehatan mental di tengah tuntutan sosial yang makin kompleks.

Dalam konteks psikologi modern, people pleaser tidak sekadar soal sikap ramah, tetapi juga menyangkut pola relasi yang tidak seimbang.

Banyak orang menjalani peran tersebut tanpa sadar hingga akhirnya merasa lelah secara emosional.

People Pleaser dan Tekanan Sosial

Sikap people pleaser sering muncul dari keinginan untuk diterima oleh lingkungan sekitar.

Tekanan sosial membuat individu merasa harus selalu menyenangkan orang lain demi menjaga hubungan.

Dalam jangka panjang, pola ini dapat berdampak pada kesehatan mental seseorang.

Perasaan bersalah saat menolak dan kecemasan berlebih menjadi gejala yang kerap dialami.

Psikolog dan peneliti menilai kondisi ini perlu disadari sejak dini.

Pandangan Brené Brown soal People Pleaser

Peneliti dan penulis asal Amerika Serikat, Brené Brown, kerap menyinggung sikap people pleaser dalam berbagai forum ilmiah dan wawancara.

Ia menilai bahwa menyenangkan semua orang bukanlah bentuk kebaikan yang sehat.

Dalam salah satu pernyataannya, Brené Brown mengatakan:

“People pleasing is not kindness, it’s a strategy for seeking approval.” (People pleasing bukanlah kebaikan, melainkan strategi untuk mencari penerimaan.)

Menurut Brené Brown, keberanian justru lahir dari kejujuran pada diri sendiri.

Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga kesehatan mental secara berkelanjutan.

Pengakuan Oprah Winfrey tentang People Pleaser

Tokoh media dunia, Oprah Winfrey, secara terbuka mengakui pernah terjebak dalam pola people pleaser di awal kariernya.

Oprah Winfrey menyebut kebiasaan selalu berkata “ya” membuatnya kelelahan secara emosional.

Dalam wawancaranya, Oprah Winfrey pernah mengatakan:

“You can have it all, just not all at once.” (Kamu bisa memiliki segalanya, tetapi tidak dalam waktu yang bersamaan.)

Pernyataan tersebut kerap dikaitkan dengan batasan diri dan pengelolaan energi personal.

Bagi Oprah Winfrey, mengatakan tidak adalah bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.

Dampak People Pleaser terhadap Kesehatan Mental

People pleaser yang terus menekan kebutuhan pribadinya berisiko mengalami stres kronis.

Kondisi ini dapat memicu kelelahan emosional dan menurunkan kualitas kesehatan mental.

Dalam beberapa kasus, individu merasa kehilangan jati diri karena terlalu mengikuti ekspektasi orang lain.

Para ahli menilai pentingnya batasan sehat dalam relasi sosial.

Kesadaran ini menjadi langkah awal untuk keluar dari pola people pleaser.

Cara Keluar dari Pola People Pleaser

Langkah pertama adalah mengenali bahwa sikap people pleaser bukan kewajiban moral.

Belajar mengatakan tidak secara tegas namun sopan dapat dilatih secara bertahap.

Menghargai waktu dan energi pribadi merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan mental.

Pendekatan ini sejalan dengan pandangan Brené Brown dan pengalaman Oprah Winfrey.

Dengan batasan yang jelas, hubungan sosial justru bisa menjadi lebih sehat dan setara. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tekanan sosial #people pleaser #oprah winfrey #kesehatan mental #psikologis #menolak permintaan orang lain