RADARTUBAN – Kata sebentar lagi sudah menjadi bagian dari keseharian remaja. Sebentar lagi belajar, sebentar lagi mandi, sebentar lagi tidur.
Namun tanpa disadari, kata sederhana ini sering membuat waktu berlalu begitu saja.
Kebiasaan Menunda yang Terasa Wajar
Kebiasaan menunda kerap dianggap hal yang wajar. Aktivitas seperti membuka ponsel, menonton video, atau sekadar rebahan sering dimulai dengan niat singkat, tetapi berakhir jauh lebih lama dari rencana semula.
Baca Juga: Mitos Atau Fakta: Kebiasaan Menunda Jadi Penyebab Pikun? Ini Penjelasan Medis yang Perlu Dipahami
Waktu Habis, Energi Ikut Terkuras
Akibatnya, banyak remaja merasa kelelahan meski aktivitas yang dijalani sebenarnya tidak terlalu padat.
Waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan justru habis tanpa disadari.
Baca Juga: Ternyata Jalan Kaki Seminggu 4000 Langkah Bagus Untuk Para Lansia, Dapat Menunda Kematian
Bukan Soal Malas, Tapi Kebiasaan
Fenomena ini bukan semata-mata soal rasa malas, melainkan kebiasaan yang terbentuk dari rutinitas harian.
Jika terus diremehkan, sikap sebentar lagi dapat memengaruhi kedisiplinan serta kemampuan remaja dalam mengatur waktu.
Belajar Menghargai Waktu Sejak Dini
Meski terdengar sepele, kebiasaan ini penting untuk disadari sejak dini. Menghargai waktu bukan berarti harus selalu sibuk, tetapi tahu kapan harus berhenti menunda dan mulai bertindak. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni