RADARTUBAN – Pernahkah kamu merasakan ponsel di saku tiba-tiba bergetar, namun saat diperiksa, layarnya kosong tanpa adanya notifikasi? Kejadian getaran ilusif ini mungkin tampak remeh, tetapi bagi banyak orang, hal tersebut sering menimbulkan keheranan atau bahkan kegelisahan ringan.
Dalam bidang medis dan psikologi, fenomena ini dikenal sebagai phantom vibration syndrome.
Getaran Ilusi yang Sering Dialami Pengguna Ponsel
Bukan disebabkan oleh kerusakan perangkat atau gangguan supranatural, kondisi ini sebenarnya merupakan bentuk kesalahpahaman antara saraf kulit daan otak kita.
Karena terbiasa hidup bersama ponsel, otak kita menjadi sangat waspada terhadap setiap getaran.
Akibatnya saraf kita mulai menafsirkan rangsangan kecil seperti gesekan pakaian, gerakan otot, atau bahkan sensasi gatal sebagai getaran dari ponsel.
Ketergantungan Teknologi dan Otak yang Terlalu Siaga
Fenomena ini sering muncul akibat tingginya ketergantungan kita pada teknologi.
Otak seolah olah selalu dalam keadaan siaga, menantikan pesan atau interaksi dari dunia digital.
Tak heran individu dengan tingkat stres tinggi atau pekerjaan yang memerlukan respon cepat lebih rentan mengalami gangguan ini.
Sinyal Tubuh Butuh Jeda dari Dunia Digital
Meskipun tampak unik, phantom vibration syndrome merupakan pengingat bahwa tubuh dan pikiran kita memerlukan istirahat dari perangkat elektronik.
Para ahli merekomendasikan untuk mengurangi waktu penggunaan ponsel atau secara berkala meletakkan perangkat di luar saku.
Memberikan kesempatan bagi otak untuk benar-benar beristirahat dari “kewaspadaan digital” dapat membantu memulihkan keseimbangan sensorik kita.
Menjaga Keseimbangan antara Teknologi dan Ketenangan
Kehidupan memang sangat difasilitasi oleh teknologi, namun jangan biarkan ritme kehidupan kita sepenuhnya dikendalikan oleh getaran di saku.
Sesekali, mari kita nikmati ketenangan tanpa bayangan notifikasi, agar pikiran tetap jernih dan terfokus pada hal-hal yang ada di depan mata. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni