Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Benarkah Pengalaman Melahirkan Bikin Sang Ibu Trauma? Begini Pengakuan dan Tips dari Serena Williams

Bihan Mokodompit • Sabtu, 7 Februari 2026 | 10:15 WIB
Mantan petenis dunia, Serena Williams, pernah berbagi pengalaman pasca melahirkan.
Mantan petenis dunia, Serena Williams, pernah berbagi pengalaman pasca melahirkan.

RADARTUBAN - Pengalaman melahirkan kerap dianggap sebagai momen paling membahagiakan, namun sejumlah penelitian dan pengakuan publik figur menunjukkan bahwa trauma melahirkan bisa dialami oleh banyak ibu setelah proses persalinan.

Trauma melahirkan merupakan kondisi psikologis yang muncul akibat pengalaman persalinan yang dirasakan mengancam, menyakitkan, atau membuat ibu kehilangan kendali atas tubuh dan keputusannya.

Isu trauma melahirkan kini semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental ibu setelah persalinan.

Fenomena ini tidak hanya dialami oleh ibu biasa, tetapi juga oleh tokoh dunia dengan akses medis terbaik sekalipun.

Salah satu figur yang paling vokal membicarakan hal ini adalah atlet tenis legendaris, Serena Williams.

Pengakuan Serena Williams soal Trauma Persalinan

Serena Williams pernah mengungkapkan bahwa proses melahirkan anak pertamanya pada 2017 menjadi pengalaman yang sangat menegangkan dan nyaris merenggut nyawanya.

Ia mengalami emboli paru pasca persalinan, kondisi serius yang berpotensi fatal bila tidak segera ditangani.

Dalam wawancara dengan media internasional, Serena mengaku harus berjuang keras agar keluhannya didengar oleh tenaga medis.

“Saya mengatakan kepada perawat bahwa saya merasa ada yang tidak beres dan saya butuh CT scan serta pengencer darah, tetapi awalnya saya tidak dipercaya,” ujar Serena Williams.

“Saya tahu tubuh saya sendiri, dan saya tahu ada sesuatu yang sangat salah,” lanjutnya dalam wawancara tersebut.

Pengalaman tersebut membuat Serena menyebut proses melahirkannya sebagai pengalaman traumatis yang membekas secara emosional.

Kisah ini memperkuat fakta bahwa trauma melahirkan dapat terjadi akibat kurangnya empati dan respons cepat dalam layanan kesehatan.

Trauma Melahirkan dan Dampaknya bagi Ibu

Trauma melahirkan tidak selalu muncul dalam bentuk luka fisik, tetapi sering kali hadir sebagai gangguan psikologis yang bertahan lama.

Beberapa ibu mengalami kilas balik, kecemasan berlebihan, sulit tidur, hingga ketakutan untuk hamil kembali.

Kondisi ini juga berhubungan erat dengan kesehatan mental ibu yang kerap terabaikan setelah persalinan.

Dalam banyak kasus, trauma melahirkan berkembang menjadi gangguan stres pascatrauma atau PTSD pasca persalinan.

Tekanan sosial yang menuntut ibu untuk selalu bahagia justru memperparah kondisi tersebut.

Baca Juga: Fuji Blak-Blakan Soal Diagnosis ADHD dan Trauma Dikhianati, Sempat Ingin Pensiun dari Dunia Hiburan

Tips Menghadapi Trauma Pasca Persalinan ala Serena Williams

Serena Williams menekankan pentingnya mendengarkan tubuh sendiri dan berani menyuarakan kondisi yang dirasakan.

Ia juga mendorong ibu untuk tidak ragu mencari bantuan profesional bila mengalami gejala pasca persalinan yang mengganggu.

Menurut Serena, dukungan pasangan dan lingkungan sekitar sangat berperan dalam pemulihan trauma melahirkan.

Validasi perasaan ibu menjadi langkah awal yang krusial dalam menjaga kesehatan mental ibu.

Pendekatan medis yang empatik dan berbasis komunikasi juga dinilai penting untuk mencegah birth trauma di masa depan.

Pentingnya Kesadaran Publik dan Sistem Kesehatan

Kasus Serena Williams membuka mata publik bahwa birth trauma bisa dialami siapa saja tanpa memandang status sosial.

Kesadaran ini diharapkan mendorong perbaikan sistem layanan kesehatan maternal yang lebih manusiawi.

Trauma melahirkan bukan tanda kelemahan, melainkan respons alami terhadap pengalaman ekstrem.

Dengan dukungan yang tepat, ibu dapat pulih dan kembali menjalani peran keibuan dengan lebih sehat secara mental. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kesehatan mental #serena williams #trauma melahirkan #ibu #persalinan