Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Belajar dari Xaviera Putri, Alasan Perempuan Tetap Perlu Pendidikan Tinggi Meski Berkeluarga

Rista Dwi Indarwati • Kamis, 19 Februari 2026 | 09:05 WIB

 

Xaviera sebut pendidikan jadi investasi hidup yang tak bisa dirampas.
Xaviera sebut pendidikan jadi investasi hidup yang tak bisa dirampas.

RADARTUBAN - Nama Xaviera Putri belakangan ini menjadi topik pembicaraan hangat di dunia maya. Hal ini bukan hanya karena kecerdasannya dalam ajang Clash of Champions, tetapi juga karena prinsip hidupnya yang menginspirasi.

Setelah menghabiskan masa remaja hingga menyelesaikan kuliah di Korea Selatan, Xaviera membawa pandangan baru mengenai pentingnya pendidikan bagi perempuan, bahkan di tengah stereotip bahwa akhirnya mereka akan berkutat di dapur.

Pendidikan: Warisan yang Tidak Dapat Dirampas

Berasal dari keluarga yang sangat menghargai nilai pendidikan, Xaviera mengakui bahwa orang tuanya selalu menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.

Meskipun kondisi keuangan tidak selalu stabil, pengetahuan dianggap sebagai aset paling berharga.

“Mereka berkata, kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tetapi yang bisa kami wariskan adalah pendidikan,” kenang Xaviera Putri dalam wawancara di Chanel YouTube Jeda Nulis.

Baginya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya memberikan gelar, melainkan juga membentuk cara berpikir yang terstruktur.

Menjadi Sekolah Pertama bagi Generasi Mendatang

Sering kali muncul pertanyaan skeptis “Untuk apa sekolah tinggi-tinggi jika akhirnya menjadi ibu rumah tangga?”

Menanggapi hal ini, Xaviera memiliki pandangan yang sangat bijaksana. Ia menegaskan bahwa peran seorang ibu justru memerlukan persiapan intelektual dan emosional yang luas.

“Orang tua sering lupa bahwa untuk menjadi ibu rumah tangga, untuk menjadi seorang ibu, persiapannya harus sangat besar karena kita adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita,” ujarnya dengan tegas.

Menurutnya, pengalaman selama kuliah membangun kedisiplinan dan tanggung jawab yang kemudian akan diturunkan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Bukan Sekadar Kecerdasan, Melainkan Ketahanan Mental

Di balik kesuksesannya bertahan di Korea Selatan, Xaviera menekankan bahwa faktor utama yang membuatnya bertahan bukanlah IQ tinggi semata, melainkan disiplin dan kerja keras.

Ia mengaku lebih waspada terhadap individu yang memiliki disiplin tinggi daripada yang hanya dilahirkan dengan bakat luar biasa.

“Saya lebih takut terhadap orang yang bekerja keras dan disiplin daripada orang yang cerdas,” ungkap gadis yang mengambil jurusan ganda Ilmu Komputer dan Bisnis Teknologi ini.

Baginya, pendidikan di luar negeri bukan hanya tentang buku teks, melainkan ujian mental untuk bertahan di bawah tekanan yang ekstrem.

Baca Juga: Clash of Champions Episode 9, Xaviera VS Ghaza; Siapa yang Bakal Tereliminasi? Ini Spoilernya

Filosofi Usaha dan Pasrah di Negeri Ginseng

Menariknya, Xaviera juga menerapkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari di Korea.

Ia memperkenalkan konsep usaha dan pasrah kepada teman-temannya yang sering stres karena tekanan akademik.

Sikap menerima dan tenang setelah berusaha maksimal inilah yang membuatnya selalu tampak bersinar di mana pun ia berada.

“Saya selalu berkata kepada mereka, teruslah berusaha dan pasrah. Jika sudah berusaha maksimal, hasilnya kita serahkan,” pungkasnya, yang sempat membuat teman-temannya di Korea penasaran dengan prinsip hidupnya tersebut. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Xaviera Putri #warisan #pendidikan #pendidikan tinggi #ibu