Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Godaan Puasa di Era Digital: Notifikasi Media Sosial Bisa Ganggu Konsentrasi Ibadah Saat Ramadan

M. Afiqul Adib • Jumat, 6 Maret 2026 | 16:05 WIB

Ilustrasi notifikasi sosial media yang bisa ganggu ibadah
Ilustrasi notifikasi sosial media yang bisa ganggu ibadah

RADARTUBAN - Ramadan adalah momen untuk menahan diri, bukan hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari hal-hal yang bisa mengganggu fokus ibadah.

Namun, di era digital, ada satu “godaan” yang terasa sulit dihindari: notifikasi. Pesan WhatsApp, notifikasi Instagram, email pekerjaan, hingga update berita terus berdatangan tanpa henti. Seolah-olah, notifikasi tidak pernah ikut berpuasa.

Godaan yang Mengganggu Konsentrasi

Banyak orang berniat menjalani puasa dengan khusyuk, tetapi niat itu sering terganggu oleh bunyi notifikasi. Saat sedang membaca Al-Qur’an, tiba-tiba ponsel berbunyi.

Ketika ingin beristirahat, muncul pesan grup yang memaksa untuk dibaca. Godaan ini membuat konsentrasi buyar dan niat puasa terasa lebih berat. Tanpa disadari, kita lebih sibuk mengecek layar daripada menenangkan hati.

Baca Juga: Hubungannya Dengan Dearly Joshua Tengah Memanas, Ari Lasso Pilih Hiatus Dari Sosial Media

Dampak Psikologis

Notifikasi yang terus berdatangan bisa menimbulkan rasa cemas dan gelisah. Ada dorongan untuk selalu “up to date” agar tidak ketinggalan informasi. Akibatnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk refleksi diri dan ibadah malah habis untuk scrolling.

Puasa yang seharusnya menjadi latihan kesabaran berubah menjadi ajang multitasking antara ibadah dan dunia digital.

Menyikapi dengan Bijak

Godaan notifikasi tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi bisa disikapi dengan bijak. Pertama, gunakan fitur silent mode atau do not disturb saat waktu ibadah.

Kedua, tetapkan jam khusus untuk mengecek ponsel agar tidak terus-menerus terganggu.

Ketiga, prioritaskan interaksi langsung dengan keluarga atau lingkungan sekitar dibandingkan interaksi digital. Dengan cara ini, niat puasa tetap terjaga meski godaan notifikasi terus berdatangan.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih diri untuk mengendalikan godaan lain, termasuk notifikasi digital yang tak pernah berhenti.

Dengan kesadaran dan pengelolaan yang bijak, kita bisa menjaga niat puasa tetap kuat tanpa kehilangan fokus.

Ramadan pun menjadi lebih bermakna, bukan sekadar menahan diri dari makanan, tetapi juga dari distraksi yang mengganggu hati dan pikiran. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Godaan #puasa #media sosial #ramadan #ibadah #notifikasi