Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

9 Kebiasaan Orang Baik Hati yang Justru Punya Sedikit Teman Dekat

Cicik Nur Latifah • Minggu, 8 Maret 2026 | 19:00 WIB

Seseorang yang baik hati namun tidak memiliki teman dekat.
Seseorang yang baik hati namun tidak memiliki teman dekat.

RADARTUBAN – Tidak semua orang yang berhati baik memiliki banyak teman dekat.

Dalam berbagai situasi, justru individu yang tulus, empatik, dan penuh kepedulian sering terlihat lebih pendiam serta memiliki lingkaran pertemanan yang lebih kecil.

Hal ini bukan berarti mereka tidak disukai atau tidak mampu bersosialisasi. Sebaliknya, cara mereka memandang hubungan sosial sering kali lebih mendalam.

Mereka cenderung mencari koneksi yang bermakna dan tulus dibandingkan sekadar memiliki banyak teman.

Berbagai kajian dalam bidang psikologi menunjukkan bahwa orang dengan empati tinggi dan hati yang tulus biasanya memiliki pola perilaku tertentu.

Mereka sering memberi lebih banyak kepada orang lain, menjaga perasaan sekitar, serta lebih selektif dalam membangun hubungan.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat beberapa kebiasaan yang sering terlihat pada orang yang sangat baik hati tetapi tidak memiliki banyak teman dekat. Berikut sembilan kebiasaan yang sering ditemukan.

1. Lebih Sering Mendengarkan daripada Berbicara

Orang yang baik hati biasanya dikenal sebagai pendengar yang baik. Mereka memberikan ruang bagi orang lain untuk bercerita, mengeluh, atau mengekspresikan perasaan.

Alih-alih menjadi pusat perhatian, mereka lebih nyaman menjadi tempat orang lain bersandar.

Akibatnya, banyak orang datang kepada mereka saat membutuhkan dukungan, tetapi tidak selalu hadir ketika mereka sendiri membutuhkan teman.

Kebiasaan ini membuat mereka tampak tenang dan bijaksana, meskipun terkadang juga membuat mereka merasa sendirian.

2. Memiliki Empati yang Sangat Tinggi

Individu yang tulus biasanya memiliki empati yang kuat. Mereka mampu merasakan kesedihan, tekanan, maupun kesulitan yang dialami orang lain.

Dalam psikologi sosial, kemampuan memahami emosi orang lain dianggap sebagai kekuatan besar dalam membangun hubungan. Namun jika tidak disertai batasan pribadi, empati yang berlebihan bisa membuat seseorang mengalami kelelahan emosional.

Karena itulah, mereka sering memilih menyendiri untuk memulihkan energi emosional.

3. Sangat Selektif Memilih Teman

Bagi sebagian orang, memiliki banyak teman terasa menyenangkan. Namun bagi orang yang sangat tulus, kualitas hubungan jauh lebih penting daripada jumlahnya.

Mereka tidak tertarik pada hubungan yang dangkal atau penuh kepura-puraan. Mereka mencari koneksi yang jujur, saling menghargai, dan memiliki kedalaman emosional.

Tidak heran jika lingkaran pertemanan mereka terlihat lebih kecil.

4. Sering Mengutamakan Orang Lain

Orang yang baik hati cenderung menempatkan kebutuhan orang lain di atas diri mereka sendiri. Mereka dengan mudah membantu, bahkan ketika harus mengorbankan waktu, tenaga, atau kenyamanan pribadi.

Sayangnya, tidak semua orang menghargai kebaikan tersebut. Dalam beberapa situasi, ada yang justru memanfaatkannya. Hal ini kadang membuat hubungan yang mereka miliki terasa tidak seimbang.

5. Tidak Suka Konflik

Individu yang sangat baik hati biasanya menghindari konflik. Mereka lebih memilih menjaga kedamaian daripada memperdebatkan sesuatu.

Dalam psikologi kepribadian, sifat ini sering dikaitkan dengan tingkat agreeableness yang tinggi, yaitu kecenderungan untuk bersikap ramah, kooperatif, dan penuh pengertian.

Namun karena jarang menyampaikan ketidaknyamanan secara langsung, orang lain terkadang tidak menyadari perasaan mereka yang sebenarnya.

6. Nyaman dengan Kesendirian

Kesendirian bagi mereka tidak selalu berarti kesepian. Justru, momen tersebut sering dimanfaatkan untuk memulihkan diri dan melakukan refleksi.

Orang yang memiliki empati tinggi biasanya juga memiliki kehidupan batin yang kaya. Mereka senang membaca, menulis, berpikir, atau melakukan aktivitas yang memberi makna dalam hidup.

Kesendirian membantu mereka menjaga keseimbangan emosional.

7. Sangat Peka terhadap Energi Orang Lain

Sebagian orang mampu merasakan suasana hati di sebuah ruangan dengan cepat. Individu yang empatik sering memiliki kepekaan semacam ini.

Mereka dapat menangkap ketegangan, ketulusan, maupun kepura-puraan dalam interaksi sosial. Karena kepekaan tersebut, mereka cenderung menjauh dari lingkungan yang terasa negatif atau tidak tulus.

Pilihan ini sering membuat lingkaran sosial mereka menjadi lebih kecil.

8. Jarang Meminta Bantuan

Orang yang terbiasa membantu orang lain sering kali merasa tidak nyaman ketika harus meminta bantuan.

Mereka tidak ingin merepotkan atau membebani orang lain. Akibatnya, banyak masalah yang mereka hadapi sendiri tanpa melibatkan orang lain.

Padahal, hubungan yang sehat seharusnya melibatkan keseimbangan antara memberi dan menerima.

9. Menghargai Hubungan yang Tulus

Ketika memiliki satu atau dua teman dekat yang benar-benar tulus, mereka akan sangat menghargainya.

Bagi mereka, satu hubungan yang jujur dan penuh kepercayaan jauh lebih berharga daripada puluhan hubungan yang hanya bersifat permukaan.

Karena itu, mereka tidak terlalu khawatir jika jumlah teman yang dimiliki sedikit. Yang paling penting bagi mereka adalah kejujuran, kepercayaan, dan kedalaman hubungan.

Kesimpulan

Memiliki sedikit teman dekat bukan berarti seseorang tidak disukai atau tidak mampu bersosialisasi. Dalam banyak kasus, orang yang sangat baik hati justru lebih selektif dalam membangun hubungan.

Kajian psikologi menunjukkan bahwa individu dengan empati tinggi sering memiliki kebiasaan seperti mendengarkan dengan penuh perhatian, menghindari konflik, serta lebih menghargai kualitas hubungan dibandingkan kuantitas. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#empatik #psikologi #tulus