Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Awas Bahaya Maut Saat Mudik! Kenali 7 Tanda Ban Mobil Sudah Wajib Diganti Sebelum Terlambat

M Robit Bilhaq • Rabu, 11 Maret 2026 | 10:35 WIB
Ilustrasi Ban Mobil yang Pecah
Ilustrasi Ban Mobil yang Pecah

RADARTUBAN – Perjalanan mudik menggunakan kendaraan pribadi memang menawarkan kenyamanan serta fleksibilitas lebih bagi keluarga.

Namun sebelum berangkat, pengendara perlu memastikan kondisi kendaraan benar-benar prima, terutama pada bagian ban.

Ban merupakan satu-satunya komponen mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Karena itu, kondisi ban yang tidak layak dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh.

Sayangnya, banyak pengendara hanya memeriksa tekanan angin sebelum berangkat.

Baca Juga: Mengenal Teori Memori Kolektif dari Maurice Halbwachs, dan Kaitannya dengan Mudik Lebaran

Padahal ada sejumlah indikator lain yang menunjukkan bahwa ban mobil sebenarnya sudah harus diganti.

Berikut tujuh tanda utama ban mobil tidak lagi layak digunakan saat mudik.

1. Tapak Ban Menyentuh Indikator TWI

Perhatikan Tread Wear Indicator (TWI) yang biasanya berupa tonjolan kecil di sela-sela alur ban.

Jika permukaan ban sudah rata dengan tanda tersebut, berarti daya cengkeram ban terhadap jalan sudah sangat berkurang dan berisiko menyebabkan kendaraan mudah tergelincir.

2. Ketebalan Tapak Kurang dari 1,6 mm

Ban mobil memiliki batas aman ketebalan tapak minimal sekitar 1,6 milimeter.

Jika ketebalan sudah di bawah angka tersebut, kemampuan ban untuk membuang air saat hujan akan menurun sehingga berpotensi memicu aquaplaning.

3. Muncul Retakan pada Ban

Retakan pada dinding samping atau permukaan ban menandakan karet mulai getas akibat usia atau paparan panas.

Kondisi ini membuat ban lebih rentan pecah saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

4. Mobil Terasa Limbung

Jika mobil mulai terasa limbung atau tidak stabil saat bermanuver, bisa jadi ban mengalami keausan yang tidak merata.

Hal ini dapat memengaruhi keseimbangan kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

5. Ban Terasa Keras

Ban yang sudah terlalu lama digunakan biasanya kehilangan elastisitasnya.

Akibatnya, ban terasa lebih keras dan tidak mampu menyerap getaran jalan secara optimal.

6. Warna Ban Berubah

Perubahan warna dari hitam pekat menjadi keabu-abuan juga bisa menjadi tanda kualitas karet ban menurun akibat usia atau paparan sinar matahari.

7. Terlalu Sering Ditambal

Ban yang sudah berkali-kali ditambal memiliki struktur yang melemah.

Kondisi tersebut membuat ban tidak lagi mampu menahan beban berat, terutama saat kendaraan membawa banyak penumpang dan barang saat mudik.

Keselamatan Jadi Prioritas

Untuk memastikan perjalanan mudik tetap aman, pengendara disarankan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi ban sebelum menempuh perjalanan jauh.

Ban yang sehat dan layak pakai menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan fatal, terutama risiko pecah ban saat melaju di jalan tol atau saat menghadapi cuaca ekstrem. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#perjalanan #mudik #kendaraan pribadi #ban