Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dr. Aisah Dahlan Bongkar Rahasia Otak Laki-Laki: Alasan Mengapa Suami Sering Diam Saat Ada Masalah

Nadia Nur Riyadotul Aicha • Sabtu, 14 Maret 2026 | 21:05 WIB

ilustrasi pria lebih banyak diam ke pasangan
ilustrasi pria lebih banyak diam ke pasangan

RADARTUBAN– Memahami isi kepala laki-laki memang gampang-gampang susah. Seringkali, kaum hawa dibuat mencak-mencak lantaran pasangannya tiba-tiba membisu atau tidak mau berbagi cerita saat sedang dilanda masalah.

Ternyata, sikap "diam seribu bahasa" itu bukan tanpa alasan. Secara sains, otak laki-laki memang memiliki "setelan" yang berbeda dengan perempuan.

Hal tersebut dikupas tuntas oleh pakar neurosains, dr. Aisah Dahlan, dalam obrolan hangat bersama komika Raditya Dika.

Menurut dr. Aisah, perbedaan perilaku ini berakar pada struktur otak, salah satunya adalah ukuran hipotalamus yang lebih lebar pada laki-laki.

Lebih Suka Analisis Mandiri, Pantang Ditegur di Depan Umum

dr. Aisah menjelaskan bahwa laki-laki jarang bercerita saat memiliki masalah karena mereka cenderung melakukan review dan analisis mandiri di dalam otaknya terlebih dahulu.

Mereka membutuhkan waktu untuk mencari solusi alternatif sebelum akhirnya siap untuk berbagi.

"Laki-laki jarang ngomong kalau ada masalah. Dia sengaja review dulu sendiri, menganalisa, mencari solusi alternatif, baru kalau sudah lengkap semua, dia mau cerita," tutur dr. Aisah dalam video tersebut.

Tak hanya soal diam, dr. Aisah juga menyoroti sisi ego laki-laki yang berkaitan dengan fungsinya sebagai penjaga keamanan keluarga. Karena hipotalamus yang lebih lebar, laki-laki memiliki naluri pelindung yang kuat, namun di sisi lain, mereka sangat sensitif jika marwahnya terusik.

"Laki-laki nggak suka kalau istrinya tegur dia di depan orang. Karena laki-laki kepengin, walaupun istrinya dominan, tapi kalau di depan orang jangan diremehkan," tambahnya.

Seni Memanjakan Suami: Jadilah 'Remaja' di Rumah

Bagi para istri yang sering merasa tidak dianggap karena suaminya terlalu mandiri atau kaku, dr. Aisah memberikan tips yang cukup unik. Berdasarkan riset, laki-laki justru merasa lebih dihargai dan dibutuhkan jika pasangannya menunjukkan sisi manja.

Naluri pelindung laki-laki akan bangkit saat melihat pasangannya butuh sandaran. "Laki-laki senang kalau pasangannya manja. Suami itu pengen istrinya kayak remaja yang harus dia lindungi," jelas dokter yang juga konselor adiksi narkoba ini.

Watak Genetik: Si Pemikir yang 'Sulit' Cari Jodoh

Selain membahas dinamika suami-istri, perbincangan tersebut juga menyinggung soal watak genetik. Raditya Dika yang mengaku memiliki tipe pemikir dan pengamat (introvert), ternyata memiliki kemiripan watak dengan anak laki-lakinya, Aksara.

Menurut dr. Aisah, tipe pemikir seperti ini memang memiliki standar yang sangat tinggi dalam memilih pasangan hidup. Mereka tidak asal pilih dan cenderung mencari sosok yang bisa melengkapi kekurangan mereka, biasanya sosok yang lebih periang atau ekstrovert.

"Tipe pemikir itu standarnya tinggi. Dia punya syarat sekian, kalau nggak masuk syarat, ah nggak oke buat aku," kelakarnya sambil menunjuk asisten Raditya Dika yang juga bertipe serupa.

Melalui pemahaman neurosains ini, dr. Aisah berharap masyarakat, khususnya pasangan suami istri, bisa lebih saling memahami tanpa harus mencoba mengubah karakter dasar pasangan. Sebab, banyak konflik rumah tangga muncul hanya karena ketidaktahuan atas perbedaan fungsi otak antara laki-laki dan perempuan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Perbedaan otak anak laki laki dan perempuan #suami #dr aisah dahlan #diam