Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tren Busana Lebaran 2026, Gamis Binor Paling Dicari Masyarakat Tuban

Shafa Dina Hayuning Mentari • Minggu, 15 Maret 2026 | 16:30 WIB

Salah seorang pengunjung sedang memilih model gamis bini orang di butik Rena Factory.
Salah seorang pengunjung sedang memilih model gamis bini orang di butik Rena Factory.

RADARTUBAN - Menjelang Lebaran, tren busana muslim kembali menjadi perhatian.

Dua pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, pusat-pusat perbelanjaan di Kabupaten Tuban mulai ramai. Dari butik hingga pasar, pembeli berburu model pakaian terbaru untuk dikenakan saat merayakan hari raya.

Jika tahun lalu gamis shimmer sempat mendominasi, tahun ini tren bergeser. Model gamis yang populer disebut gamis “bini orang” atau gamis binor menjadi salah satu busana yang paling banyak dicari di sejumlah butik.

Model ini memadukan potongan longgar dengan bahan yang ringan, sehingga memberi kesan feminin tanpa membatasi gerak.

Tekstur kainnya yang halus dan jatuh membuat busana tersebut dinilai nyaman dipakai, baik untuk beribadah maupun bersilaturahmi saat Lebaran.

Selain itu, aksen potongan lengkung di bagian depan memberi karakter yang berbeda dibanding model gamis lainnya.

Supervisor Fashion butik Rena Factory, Defi Nafi’an, mengatakan tren gamis binor sedang ramai dibicarakan dan banyak dicari pembeli.

“Gamis bini orang sekarang sedang ramai dan viral di mana-mana untuk dipakai saat lebaran tahun ini. Tidak tahu kenapa dinamakan gamis bini orang, tapi setiap customer selalu menanyakan gamis bini orang,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, Rabu (10/3).

Menurut dia, dalam dua pekan terakhir banyak perempuan mencari gamis panjang yang menjuntai hingga mata kaki. Model tersebut disebut terinspirasi dari gaya busana yang dikenakan salah satu figur publik muslim.

Defi menyebutkan, menjelang Lebaran penjualan gamis binor bahkan melampaui jenis gamis lain seperti gamis brokat. Dalam sehari, lebih dari 30 potong gamis model tersebut dapat terjual.

Dia menambahkan, tren busana Lebaran memang berubah hampir setiap tahun. Perubahan itu tidak lepas dari pengaruh media sosial yang cepat menggeser selera pasar.

Beragam referensi gaya dari figur publik membuat masyarakat semakin berani bereksperimen dengan model pakaian dan pilihan warna.

“Di tahun ini tren warnanya lebih didominasi warna butter yellow, krem, dan mahogany,” katanya.

Hal serupa disampaikan Rusmia, pemilik butik rumahan di Karang Semanding. Dia mengakui permintaan gamis binor di tokonya meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut dia, bahan kain yang jatuh serta model yang terlihat elegan menjadi daya tarik utama bagi pembeli.

“Alhamdulillah setidaknya dengan viralnya gamis ini pelanggan di toko cukup ramai. Selain itu gamis model brokat juga banyak yang mencari,” tuturnya.

Rusmia menyebutkan, menjelang Lebaran rata-rata 5–7 potong gamis terjual setiap hari. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring semakin dekatnya Idul Fitri.

“Biasanya sampai minggu ketiga lebaran masih ramai yang mencari baju Lebaran,” ujarnya.(saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #gamis #busana #butik #viral