RADARTUBAN – Nuansa Hari Raya Idul Fitri semakin terasa seiring meningkatnya permintaan parsel snack ringan di Tuban.
Sejak minggu pertama Ramadan, para penyedia jasa parsel mulai kebanjiran pesanan dari para pelanggan, baik dari perusahaan, instansi pemerintahan, maupun perorangan.
Arie Siska Herviyanti, pemilik usaha Chiz Parcel di Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban mengaku, geliat usaha parselnya terasa sejak minggu awal puasa Ramadan.
Ritme pemesanan parsel dari para pelanggannya terus meningkat seiring berlangsungnya Ramadan.
Jika pada awal Ramadan pesanan masuk secara bertahap, memasuki minggu kedua dan ketiga arus permintaan dari pelanggan seolah tak terbendung.
‘’Sejak awal puasa sudah ada pesanan yang masuk, frekuensinya semakin bertambah banyak saat mulai memasuki minggu kedua. Bahkan, hingga mendekati Lebaran, pesanan masih masuk,” ujar Siska saat ditemui di kediamannya, Minggu (15/3).
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini siska mengaku banyak menolak pesanan yang bersifat mendadak. Ini dilakukan untuk menjaga kualitas jasa layanannya dan ketepatan waktu pengerjaan.
Hingga saat ini, dia sudah menerima hampir 100 pesanan parsel dari para pelanggannya. Semuanya sudah rampung dia kerjakan. Mayoritas pemesan dari perusahaan dan instansi pemerintahan. Meski demikina, pesanan perorangan tetap ada.
Kemasan isi masing-masing parsel, beragam. Mulai biskuit kaleng, sirup, gula, kurma, hingga aneka makanan ringan lainnya. Selain itu, dia juga melayani parsel berisi barang pecah belah atau keramik.
‘’Ramadan ini sekitar 10 pesanan parsel keramik yang diisi dengan jajanan juga,” imbuh perempuan asal Kelurahan Doromukti ini.
Harga yang ditawarkannya pun cukup variatif. Mulai Rp 100 ribu hingga Rp 600 ribu, tergantung ukuran, jenis jajanan, hingga penggunaan keranjang plastik maupun anyaman rotan.
Kondisi serupa juga dialami oleh toko roti New York Bakery. Supervisor toko Nugroho menyebut, bahwa tren pemesanan parsel di tempatnya mengalami kenaikan sekitar 10- 15 persen selama awal bulan puasa.
Puncak kepadatan pesanan juga terjadi pada minggu kedua hingga ketiga Ramadan. Bahkan, tak jarang permintaan seringkali melampaui kapasitas produksi harian.
‘’Kami sudah melakukan persiapan matang sejak sebelum puasa untuk antisipasi agar tidak keteteran. Setiap tahun setidaknya 100 pesanan yang masuk, bahkan tidak jarang kami kekurangan stok kue kering sehingga harus produksi lagi,” jelasnya.
New York Bakery juga menawarkan parsel dengan rentang harga Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu dengan beragam isian yang juga menyesuaikan dengan permintaan customer. Mulai dari aneka kue kering, kue kaleng, hingga barang pecah belah.
‘’Harganya sesuai ukuran, tapi yang paling banyak dicari parcel kue kering dengan keranjang atau tas jinjing yang berukuran kecil,” tandas Nugroho. (saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama