Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jelang Lebaran, Tren Nail Art di Tuban Melejit, Pelanggan Naik hingga 50 Persen

Shafa Dina Hayuning Mentari • Jumat, 20 Maret 2026 | 14:05 WIB

Nailist sedang melukis kuku pelanggan di studio nail art Happines On
Nailist sedang melukis kuku pelanggan di studio nail art Happines On

RADARTUBAN - Persiapan menyambut Idul Fitri tak lagi semata soal hidangan khas atau baju baru. Di Tuban, perempuan kian memberi perhatian pada detail penampilan hingga ke ujung kuku.

Menjelang Lebaran, tren nail art atau seni melukis kuku melonjak tajam. Layanan kecantikan ini pun menjadi salah satu sektor yang paling sibuk dalam beberapa pekan terakhir Ramadan.

Lonjakan permintaan dirasakan langsung oleh Happy Nur Fika, pemilik studio nail art Happines On.

Dia mengungkapkan, antusiasme pelanggan meningkat signifikan dibandingkan hari biasa.

Sejak pertengahan Ramadan, jadwal layanan di studionya telah penuh. Dalam sehari, Happy bersama timnya melayani lebih dari 25 pelanggan, yang dibagi dalam beberapa sesi pengerjaan.

“Kami sudah membuka sistem booking sejak awal Ramadan. Puncaknya terjadi pada 10–15 hari menjelang Hari Raya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Mayoritas pelanggan justru memilih waktu yang berdekatan dengan Lebaran. Tujuannya sederhana, memastikan hasil nail art tetap mengkilap, bersih, dan prima saat bersilaturahmi.
Tren desain pun bergeser.

Jika pada hari biasa gaya minimalis lebih diminati, menjelang Lebaran pelanggan cenderung memilih tampilan yang lebih tegas. Model cat eye dan french nail menjadi yang paling banyak dicari.

Tak sedikit pula yang menambahkan detail seperti penyambung kuku (extension) hingga ornamen tiga dimensi untuk memberi kesan mewah.

“Bagi sebagian besar pelanggan, nail art bukan sekadar hiasan kuku, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan bentuk self reward,” kata Happy.

Dia mencatat kenaikan jumlah pelanggan lebih dari 50 persen pada periode ini.

Konsumennya berasal dari berbagai kalangan, mulai remaja hingga ibu rumah tangga yang ingin tampil segar dengan kuku berwarna.

Pilihan teknik juga beragam. Meski kuku tempel atau press-on nail tetap diminati karena praktis, mayoritas pelanggan Lebaran tahun ini lebih memilih lukis langsung di kuku asli.

“Lukis langsung lebih tahan lama, bahkan bisa bertahan hingga dua bulan,” ujarnya.
Fenomena serupa juga dirasakan pelaku usaha nail art rumahan, Ita Dewi. Meski tergolong baru, dia mencatat peningkatan pelanggan sekitar 10–15 persen.

Ita lebih banyak melayani jasa panggilan ke rumah atau home service. Dalam sehari, dia bisa mendatangi empat hingga lima rumah pelanggan, dengan permintaan terbanyak tetap pada model cat eye.

“Setiap hari saat mendekati Lebaran ini bisa melayani 4 sampai 5 rumah pelanggan. Kebanyakan juga meminta model cat eye yang memang sedang tren,” kata Ita.

Menurut Ita, perhatian pada detail seperti keindahan kuku telah menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan diri, terutama bagi perempuan.

“Terlebih sekarang jasa nail art mudah dijumpai, sehingga saat Lebaran pun perempuan bisa sekalian mempercantik kukunya,” ujarnya.(saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #tren #nail art #lebaran