Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Musik dan Ketenangan Jiwa: Terapi Sederhana di Tengah Dunia yang Bising

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18 WIB
Ilustrasi mendengarkan musik.
Ilustrasi mendengarkan musik.

RADARTUBAN - Pernahkah kamu merasa beban di pundak seolah terangkat setelah mendengarkan bait-bait lagu yang mengalun di telinga?

Di saat hiruk-pikuk dunia yang bising dan menuntut, musik hadir bukan sekadar latar belakang suara, melainkan juga sebagai sarana unutk mengistirahatkan jiwa yang penat dengan urusan duniawi. 

Secara psikologis, musik juga merupakan bahasa universal yang mampu melampaui batas kata-kata. Irama yang menenangkan sekaligus menyenangkan dan mampu menjadi terapi penyembuh.

Baca Juga: Joy-Spotting: Cara Tetap Waras di Tengah Banjir Informasi Negatif

Bagi mereka yang kerap bergelut dengan perasaan cemas yang berlebih atau gejala depresi, melodi tertentu dapat berguna sebagai sesuatu yang menjaga pikiran tetap stabil.

Getaran frekuensi yang selaras dengan detak jantung mampu menurunkan kadar kortisol dalam tubuh, sehingga rasa takut dan kekhawatiran yang menghantui perlahan sirna, digantikan oleh rasa aman yang menyelimuti.

Merujuk pada jurnal penelitian yang ditulis oleh Dewi, M.P (2009) berjudul Studi Metaanalisis: Musik Untuk Menurunkan Stres menyebut, bahwa musik dapat meningkatkan perasaan relaksasi pada situasi yang menimbulkan stres. Dengan kata lain musik dapat menurunkan stres. 

Selain itu, musik juga dapat membantu memperbaiki kualitas aspek fisik, perilaku dan psikologis. Musik dapat menurunkan stres karena musik berperan dalam menyeimbangkan gelombang otak. Semakin lambat gelombang otak, maka semakin santai, puas, dan timbulnya rasa damai dalam diri. 

Lebih dari itu, musik juga memiliki peran dalam menciptakan koneksi sosial dan mendtabilkan kesehatan fisik dan emosi seseorang. Musik juga dapat menjadi sumber kebahagiaan dan kepuasan batin bagi siapapun. 

Sementara itu, dalam jurnal penelitian yang ditulis oleh Fiana & Cahyani (2019) berjudul Dampak Terapi Musik padaFungsi Kognitif Pasien dengan Demensia, Secara psikologis musik memiliki peran penting dalam pengaturan emosi, komunikasi, dan interaksi sosial.

Kegiatan musik, seperti mendengarkan musik, bernyanyi dan menari dapat berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan emosional, mempertahankan kompetensi, dan mengurangi   isolasi sosial.

Mendengarkan musik untuk sementara waktu dapat meningkatkan perhatian dan daya ingat.

Ketika kita memutar lagu dengan irama lirih dan lirik yang menyayat hati, suasana melankolis akan segera merayap, membawa kita pada ruang kontemplasi yang dalam, bahkan hingga menitikkan air mata. 

Sebaliknya, saat dentuman musik rock atau irama bertempo cepat mulai memenuhi ruangan, energi dalam tubuh seolah meledak.

Baca Juga: Google DeepMind Hadirkan Lyria 3 ,Gemini Kini Bisa Bikin Musik Hanya dari Teks

Kita merasa lebih bersemangat, lebih berani, dan siap menghadapi tantangan apa pun di depan mata. Perubahan suasana hati yang drastis ini membuktikan betapa besarnya pengaruh stimulasi audio terhadap sistem saraf pusat manusia.

Efek psikologis yang dihasilkan oleh musik sering kali muncul dalam bentuk motivasi dan semangat yang meluap.

Musik memengaruhi pikiran dan perilaku kita dengan cara yang sangat personal. Bagaimana seseorang berekspresi saat mendengarkan musik adalah cerminan langsung dari bagaimana nada tersebut berinteraksi dengan jiwanya. (saf/yud) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#musik #melodi #terapi