Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cara Menjadikan Basic Manner sebagai Ultimate Flex Masa Kini

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 31 Maret 2026 | 13:23 WIB
Saat banyak orang kehilangan etika di dunia maya, kesantunan justru menjadi nilai langka yang membuat seseorang dihormati.
Saat banyak orang kehilangan etika di dunia maya, kesantunan justru menjadi nilai langka yang membuat seseorang dihormati.

RADARTUBAN - Di era yang serba instan dan serba digital seperti sekarang, basic manner sering kali dianggap sebagai beban atau aturan kuno yang menghambat ekspresi diri.

Padahal, etika dasar adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan mental dan membangun reputasi yang solid di tengah dunia yang semakin transparan. 

Memiliki perilaku yang santun bukan berarti bersikap kaku atau berpura-pura, melainkan menunjukkan bahwa seseorang memiliki kontrol diri dan empati yang tinggi terhadap orang lain.

Bagi generasi muda, basic manner adalah pembeda antara sosok yang hanya mengejar eksistensi dengan sosok yang memiliki integritas yang dihormati.

Baca Juga: Pembunuhan Staf Bawaslu OKU Selatan Terungkap, Pelaku Ternyata Kekasih Korban Sendiri

Pentingnya etika dasar di era digital menjadi berkali-kali lipat lebih urgent karena jejak digital yang kita tinggalkan bersifat abadi dan sulit dihapus.

Cara seseorang berkomentar di media sosial, menghargai privasi orang lain dengan tidak asal membagikan tangkapan layar percakapan pribadi, hingga etika dalam mengirim pesan singkat pada jam kerja adalah cerminan langsung dari kualitas karakter individu. 

Di dunia maya, banyak orang kehilangan sensor kesantunan mereka, sehingga mereka yang mampu tetap menjaga adab akan terlihat sangat menonjol.

Etika digital ini juga mencakup kemampuan untuk tidak menjadi toxic saat berbeda pendapat dan tahu kapan harus meletakkan gawai demi menghargai kehadiran manusia secara nyata di hadapan kita.

Beberapa hal mendasar yang harus dimiliki adalah kesadaran untuk selalu menggunakan kata tolong saat meminta bantuan, terima kasih sebagai bentuk apresiasi sekecil apa pun, dan maaf ketika melakukan kesalahan tanpa perlu mencari pembelaan diri.

Selain itu, menjaga ketepatan waktu dalam setiap janji temu merupakan bentuk penghormatan paling konkret terhadap waktu orang lain yang tidak bisa diulang.

Etika dalam menyapa, mendengarkan tanpa memotong pembicaraan, serta tidak sibuk dengan ponsel saat sedang mengobrol juga merupakan standar minimal yang harus dipenuhi agar interaksi sosial terasa manusiawi. 

Hal-hal sederhana ini mungkin terlihat sepele, namun dampaknya sangat besar dalam menentukan bagaimana orang lain akan memperlakukan kita kembali.

Menjadikan perilaku santun sebagai gaya hidup sehari-hari akan secara otomatis membentuk aura yang positif dan profesional tanpa perlu dibuat-buat.

Ketika etika sudah menyatu dalam setiap tindakan, seseorang tidak akan merasa terbebani oleh aturan karena segala sesuatunya muncul dari rasa empati yang tulus. 

Kepekaan untuk tidak menyinggung hal sensitif, menjaga kebersihan di ruang publik, serta menghargai batasan personal orang lain adalah bukti bahwa seorang anak muda sudah selesai dengan ego pribadinya.

Baca Juga: Nostalgia Rasa yang Menghidupkan Wisata Kuliner Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Karakter yang kuat dan adab yang terjaga akan selalu menjadi magnet bagi kepercayaan dan peluang besar yang mungkin tidak akan pernah didapatkan oleh mereka yang hanya bermodalkan kepintaran tanpa etika.

Sikap yang terjaga dengan baik akan memberikan dampak jangka panjang yang jauh lebih bermakna daripada sekadar pengakuan sesaat di media sosial.

Integritas yang dibangun lewat kebiasaan-kebiasaan kecil yang konsisten ini akan menjadi fondasi yang kokoh saat menghadapi tantangan di dunia nyata maupun profesional. 

Dengan memegang teguh nilai-nilai kesantunan, seorang anak muda tidak hanya akan sukses dalam meraih ambisinya, tetapi juga akan dikenal sebagai pribadi yang menginspirasi dan memberikan rasa nyaman bagi lingkungan sekitarnya.

Keanggunan sikap yang terpancar dari kedewasaan perilaku akan selalu menjadi bahasa universal yang paling dihargai oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun. (saf)

Editor : Yudha Satria Aditama
#empati #Manner #digital