7 Kebiasaan Ini Bikin Orang Sekitar Tidak Menjadi Dekat Secara Emosional, Apa Saja?

Cicik Nur Latifah • Dipublikasikan Minggu, 5 April 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi seseorang yang terbuka secara emosional. (freepik)
Ilustrasi seseorang yang terbuka secara emosional. (freepik)

RADARTUBAN - Setiap orang tentu mendambakan hubungan yang hangat, penuh kepercayaan, dan memiliki kedekatan emosional dengan orang-orang di sekitarnya.

Baik dengan keluarga, pasangan, sahabat, maupun rekan kerja, hubungan yang kuat secara emosional dapat membuat kehidupan sosial terasa lebih nyaman dan membahagiakan.

Namun, sering kali tanpa disadari, ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang justru menghambat terjalinnya kedekatan tersebut.

Hal-hal sepele ini bisa membuat orang lain merasa kurang nyaman, menjaga jarak, bahkan enggan untuk lebih terbuka.

Baca Juga: Menlu Sugiono Sampaikan Duka atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Misi UNIFIL

Mengacu pada laporan dari Geediting.com yang dikutip Jawa Pos, terdapat sejumlah kebiasaan yang kerap dilakukan tanpa sadar, tetapi berdampak pada kualitas hubungan dengan orang lain.

Lantas, kebiasaan apa saja yang sebaiknya dihindari agar hubungan tetap harmonis dan tidak merenggang? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Tidak Mendengarkan Secara Aktif

Mendengarkan bukan hanya soal membiarkan orang lain berbicara, tetapi juga soal memberi perhatian penuh, merespons dengan tulus, dan memahami apa yang mereka maksudkan.

Jika seseorang terlihat tidak fokus atau hanya mendengarkan setengah hati, orang lain akan merasa diremehkan. Mereka bisa merasa bahwa pendapat atau perasaan mereka tidak penting.

Padahal, mendengarkan secara aktif adalah bentuk penghargaan dalam sebuah hubungan. Dengan melatih keterampilan ini, kepercayaan dan kedekatan emosional lebih mudah terbangun.

2. Terlalu Sering Menggunakan Ponsel

Di era digital, ponsel memang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan berlebihan saat bersama orang lain justru menciptakan jarak emosional.

Ketika seseorang sedang bercerita tetapi perhatian teralihkan ke layar, hal ini bisa membuat mereka merasa tidak dihargai. Mengurangi distraksi dari ponsel menjadi langkah sederhana untuk menunjukkan kehadiran secara utuh.

Baca Juga: Media Belanda Soroti Fardy Bachdim di Tengah Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia

3. Tidak Membagikan Kerentanan Diri

Kedekatan emosional terbentuk dari keterbukaan dua arah. Jika seseorang selalu terlihat kuat dan enggan menunjukkan sisi rapuhnya, hubungan akan terasa kaku.

Kerentanan bukanlah kelemahan, melainkan bentuk kejujuran. Berbagi pengalaman pribadi justru membuat hubungan terasa lebih manusiawi dan hangat.

4. Kurang Berempati

Empati adalah kemampuan memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Tanpa empati, seseorang bisa terlihat dingin atau acuh.

Kurangnya empati membuat orang lain merasa tidak dipedulikan, sehingga perlahan memilih menjaga jarak. Melatih empati bisa dimulai dari mendengarkan tanpa menghakimi dan hadir saat dibutuhkan.

5. Selalu Terburu-buru

Waktu dan perhatian adalah hal berharga dalam hubungan. Sikap terburu-buru saat berinteraksi dapat membuat orang lain merasa tidak penting.

Kebiasaan seperti memotong pembicaraan atau memberi respons singkat menunjukkan kurangnya perhatian. Padahal, interaksi singkat namun tulus jauh lebih berarti.

6. Tidak Mempraktikkan Pengampunan

Setiap hubungan pasti mengalami konflik. Namun, menyimpan dendam atau terus mengungkit kesalahan lama dapat merusak kedekatan emosional.

Sikap sulit memaafkan membuat orang lain merasa dihakimi. Pengampunan membuka ruang untuk perbaikan dan pertumbuhan hubungan yang lebih sehat.

7. Tidak Menunjukkan Diri yang Sebenarnya

Keterbukaan adalah kunci utama hubungan yang kuat. Jika seseorang terus menampilkan versi diri yang tidak autentik, hubungan akan terasa dangkal.

Kejujuran dalam menunjukkan jati diri justru membuat orang lain merasa lebih nyaman dan terhubung secara emosional.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut mungkin terlihat sepele, tetapi memiliki dampak besar dalam hubungan sosial. Tanpa disadari, hal itu membuat orang di sekitar merasa tidak dihargai, tidak aman, atau tidak dipedulikan.

Padahal, hubungan emosional yang sehat berperan penting dalam kesejahteraan psikologis. Kedekatan dengan orang lain dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan kebahagiaan, serta memberikan dukungan sosial.

Membangun kedekatan emosional memang tidak instan. Dibutuhkan perhatian, empati, dan kejujuran agar hubungan dapat tumbuh dengan baik.

Karena itu, penting untuk mulai mengevaluasi diri. Jika salah satu kebiasaan tersebut masih sering dilakukan, memperbaikinya bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan hubungan yang lebih hangat, tulus, dan bermakna. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
kebiasaan Emosional sahabat