Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

9 Tanda Seseorang Tidak Bisa Menghadapi Kesendirian Menurut Psikologi

Cicik Nur Latifah • Jumat, 10 April 2026 | 13:28 WIB
Seseorang yang tidak bisa mengatasi kesendirian. (Freepik/jcomp)
Seseorang yang tidak bisa mengatasi kesendirian. (Freepik/jcomp)

RADARTUBAN - Kesendirian merupakan pengalaman yang hampir semua orang rasakan dalam hidup. Namun, tidak setiap individu mampu menghadapi momen tersebut dengan cara yang sehat dan konstruktif.

Dalam kajian psikologi, kemampuan untuk merasa nyaman saat sendiri justru menjadi indikator kematangan emosional seseorang.

Sebaliknya, ketidakmampuan menghadapi kesendirian sering kali memunculkan berbagai pola perilaku yang dapat berdampak negatif terhadap kehidupan pribadi maupun hubungan sosial.

Baca Juga: Sering Diucapkan! 11 Kalimat Halus yang Ternyata Bentuk Manipulasi Emosional

Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (5/4), terdapat sembilan perilaku yang umum ditunjukkan oleh individu yang tidak mampu mengatasi kesendirian:

1. Terlalu Bergantung pada Orang Lain

Individu yang tidak tahan sendiri cenderung menggantungkan kebahagiaan mereka pada orang lain.

 Mereka merasa harus selalu memiliki teman, pasangan, atau seseorang untuk diajak berinteraksi. Ketergantungan ini berisiko menciptakan hubungan yang tidak sehat.

2. Takut Kehilangan Hubungan, Sekalipun Tidak Sehat

Dalam teori keterikatan (attachment theory), individu dengan pola keterikatan tidak aman sering mempertahankan hubungan yang merugikan.

Mereka lebih memilih bertahan dalam hubungan yang tidak bahagia daripada menghadapi kesendirian.

3. Selalu Mencari Distraksi

Orang yang sulit sendiri cenderung terus mencari hiburan seperti media sosial atau aktivitas lain. Mereka berusaha menghindari rasa sepi dengan menyibukkan diri secara berlebihan.

4. Merasa Tidak Nyaman dengan Diri Sendiri

Kesendirian sering memunculkan pikiran dan perasaan yang mendalam. Bagi sebagian orang, hal ini justru menimbulkan ketidaknyamanan karena belum mampu menerima diri sendiri sepenuhnya.

Baca Juga: Ladang Bunga Matahari di India Jadi Sumber Minyak Nabati dan Penopang Ekonomi Pertanian

5. Overthinking Saat Sendiri

Alih-alih merasa tenang, mereka justru terjebak dalam pikiran berlebihan atau rumination. Kondisi ini membuat kesendirian terasa semakin berat dan melelahkan secara mental.

6. Terlalu Cepat Masuk ke Hubungan Baru

Setelah berakhirnya sebuah hubungan, mereka cenderung segera mencari pengganti. Hal ini bukan karena kesiapan emosional, melainkan ketakutan akan kesendirian, yang dikenal sebagai rebound relationship.

7. Sulit Mengambil Keputusan Sendiri

Kurangnya kepercayaan diri membuat individu ini membutuhkan validasi orang lain, bahkan untuk keputusan sederhana. Hal ini menunjukkan rendahnya kemandirian emosional.

8. Merasa Kosong Tanpa Interaksi Sosial

Kesendirian bagi mereka terasa seperti kekosongan emosional. Dalam beberapa kasus, kondisi ini berkaitan dengan rasa kesepian yang dapat berdampak pada kesehatan mental.

9. Menghindari Refleksi Diri

Kesendirian sebenarnya merupakan kesempatan untuk introspeksi. Namun, individu yang tidak mampu menghadapinya justru menghindari refleksi diri karena takut menghadapi realitas pribadi.

Penutup

Tidak semua rasa kesepian menandakan masalah serius. Namun, jika kesendirian selalu terasa menakutkan, hal ini bisa menjadi tanda adanya kebutuhan emosional yang belum terpenuhi.

Belajar menikmati waktu sendiri bukan berarti menjauh dari orang lain, melainkan membangun hubungan yang sehat dengan diri sendiri. Dalam jangka panjang, kemampuan ini akan membantu seseorang memiliki relasi yang lebih stabil, sehat, dan bermakna. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kemampuan #psikologi #berinteraksi