Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rahasia Orang Tenang: Bukan Bakat, Tapi Kebiasaan Kecil yang Konsisten di Pagi Hari

Cicik Nur Latifah • Kamis, 16 April 2026 | 19:35 WIB
Ilustrasi orang tenang (jcomp/freepik.com)
Ilustrasi orang tenang (jcomp/freepik.com)

RADARTUBAN – Banyak orang mengira ketenangan adalah sifat bawaan yang hanya dimiliki segelintir orang.

Mereka yang terlihat stabil seolah memiliki cadangan ketenangan alami, sementara yang lain harus bergulat dengan kecemasan masa depan dan penyesalan masa lalu.

Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Ketenangan ternyata bukanlah sekadar karakter, melainkan hasil dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari, terutama di pagi hari.

Dilansir dari Hackspirit pada Rabu (15/4), orang-orang yang benar-benar tenang justru tidak menjalani rutinitas ekstrem seperti yang sering ditampilkan di media sosial. Mereka cenderung melakukan hal-hal sederhana, namun berdampak besar terhadap kondisi mental.

Salah satu kunci utamanya adalah melindungi satu jam pertama setelah bangun tidur. Waktu ini tidak diisi dengan aktivitas reaktif seperti membuka ponsel, memeriksa email, atau menggulir media sosial.

Baca Juga: Dibalik Tawa Boiyen dan Anwar Sanjaya: Cerita Tulang Punggung Keluarga hingga Ketenangan Usai Badai

Kebiasaan tersebut bukan berarti menolak teknologi, melainkan upaya menjaga kondisi otak yang masih dalam proses transisi dari tidur.

Pada fase ini, bagian otak seperti korteks prefrontal—yang berperan dalam pengambilan keputusan dan pengaturan emosi—belum sepenuhnya aktif.

Paparan informasi berlebihan di pagi hari justru dapat memicu stres lebih cepat. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dimuat dalam American Journal of Lifestyle Medicine, yang menyebutkan bahwa rutinitas harian yang terstruktur mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis, rasa kontrol, dan kepercayaan diri.

Sebaliknya, rutinitas yang tidak teratur berisiko meningkatkan kecemasan hingga gejala depresi.

Orang yang tenang biasanya menciptakan jeda singkat sebelum mulai beraktivitas. Bahkan 15 menit tanpa gangguan, seperti menikmati kopi atau sekadar melihat suasana sekitar, sudah cukup untuk membentuk suasana hati yang lebih stabil.

Selain itu, mereka juga melakukan aktivitas fisik ringan di pagi hari. Tidak harus olahraga berat, cukup dengan berjalan santai atau peregangan singkat. Aktivitas ini membantu mengalihkan fokus dari pikiran yang penuh kekhawatiran ke sensasi tubuh saat ini.

Prinsipnya sederhana, tubuh dan pikiran bangun dengan cara yang berbeda.

Pikiran cenderung langsung aktif dan penuh rencana, sementara tubuh membutuhkan waktu untuk benar-benar “hadir”. Dengan bergerak, seseorang bisa lebih terhubung dengan kondisi saat ini.

Kebiasaan lain yang dimiliki orang tenang adalah memiliki rutinitas yang tidak bisa ditawar. Misalnya meditasi, minum kopi dengan penuh kesadaran, menulis jurnal, atau berdoa.

Hal terpenting bukan pada jenis aktivitasnya, melainkan konsistensinya.

Rutinitas yang dilakukan setiap hari tanpa perlu dipikirkan ulang dapat mengurangi kelelahan dalam mengambil keputusan dan menciptakan ritme yang menenangkan.

Pada akhirnya, ketenangan bukanlah sesuatu yang datang secara instan. Ia terbentuk dari pilihan-pilihan kecil yang dilakukan secara berulang, terutama sejak pagi hari dimulai. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#ketenangan #psikologi #kecemasan #Kondisi mental