Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenapa Banyak Orang Tak Betah Kerja Lama? Ini Penyebab Utama yang Sering Terjadi

M. Afiqul Adib • Sabtu, 18 April 2026 | 19:56 WIB
Fenomena ganti pekerjaan. (Marten Bjork on Unsplash)
Fenomena ganti pekerjaan. (Marten Bjork on Unsplash)

RADARTUBAN - Fenomena karyawan yang tidak betah bekerja lama di satu tempat semakin sering terlihat, terutama di kalangan generasi muda. Meski awalnya penuh semangat, banyak yang akhirnya memilih pindah kerja setelah beberapa tahun, bahkan hanya beberapa bulan.

Ada sejumlah faktor yang melatarbelakangi hal ini, mulai dari ekspektasi yang tidak sesuai hingga tren budaya kerja yang berubah.

Ekspektasi tinggi di awal sering menjadi pemicu utama. Banyak orang masuk ke dunia kerja dengan harapan besar: gaji yang layak, lingkungan yang mendukung, serta peluang berkembang. Namun, realita sering kali berbeda.

Baca Juga: Lawan Kompetitor, Google Chrome Tambahkan Fitur Skills AI untuk Percepat Alur Kerja di Desktop

Tugas yang monoton, jenjang karier yang tidak jelas, atau kompensasi yang tidak sesuai membuat semangat perlahan memudar. Ketika harapan tidak terpenuhi, rasa tidak betah pun muncul.

Lingkungan kerja juga memegang peran penting. Budaya kerja yang kurang mendukung, hubungan antar rekan yang tidak harmonis, atau atasan yang tidak memberi arahan jelas bisa membuat karyawan merasa tertekan.

Lingkungan yang tidak sehat membuat seseorang sulit bertahan lama, meski pekerjaannya sesuai dengan bidang yang diminati.

Selain itu, keinginan cepat berkembang dan naik level menjadi alasan kuat. Generasi muda cenderung ingin melihat hasil nyata dari usaha mereka dalam waktu singkat. Jika perusahaan tidak menyediakan ruang untuk berkembang, mereka lebih memilih mencari peluang baru.

Ambisi untuk naik jabatan atau mendapatkan pengalaman berbeda membuat banyak orang tidak betah berlama-lama di satu tempat.

Tren job hopping juga berpengaruh besar. Di kalangan anak muda, berpindah kerja dianggap wajar bahkan strategis untuk mempercepat karier.

Budaya ini membuat loyalitas terhadap satu perusahaan semakin berkurang. Alih-alih bertahan lama, banyak yang lebih memilih mencari pengalaman di berbagai tempat untuk memperkaya portofolio.

Kurangnya kepuasan kerja dan keseimbangan hidup turut memperkuat alasan pindah. Ketika pekerjaan hanya terasa sebagai beban tanpa memberi kepuasan, karyawan mudah kehilangan motivasi.

Ditambah lagi jika perusahaan tidak mendukung work-life balance, rasa jenuh akan cepat muncul. Karyawan kini semakin sadar bahwa kesehatan mental dan kehidupan pribadi sama pentingnya dengan karier.

Pada akhirnya, alasan orang tidak betah kerja lama di satu tempat bukan sekadar soal gaji atau posisi. Ekspektasi yang tidak sesuai, lingkungan kerja yang kurang mendukung, ambisi berkembang, tren budaya kerja, serta kebutuhan akan kepuasan dan keseimbangan hidup semuanya berperan.

 Dunia kerja modern menuntut perusahaan untuk lebih adaptif dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan memberi ruang berkembang, agar karyawan tidak hanya bertahan, tetapi juga merasa betah dan berkembang bersama. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#job hopping #resign #gaji #karyawan