Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tips Ayu Dewi Bentuk Karakter Anak: Ciptakan Rumah yang Hangat, Bekali Agama dan Musik

Jeny Tri Kurnia Putri • Senin, 27 April 2026 | 09:51 WIB
Ayu Dewi jadikan rumah sebagai dermaga paling teduh bagi anak untuk pulang.(Instagram @mrsayudewi)
Ayu Dewi jadikan rumah sebagai dermaga paling teduh bagi anak untuk pulang.(Instagram @mrsayudewi)

RADARTUBAN - Menjadi orang tua di era digital bukan perkara mudah.

Artis sekaligus presenter kondang Ayu Dewi membagikan rahasianya dalam mendidik anak agar memiliki karakter unggul namun tetap memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan orang tua. 

Kuncinya ternyata ada pada suasana rumah yang nyaman tanpa ketegangan.

Istri Regi Datau ini mengaku sangat gemar mengulik ilmu parenting.

Baca Juga: Program KDMP Dikritik FITRA Jatim: Tak Ada Skala Prioritas dan Mengabaikan Karakteristik Desa

Baginya, membekali anak untuk siap menghadapi kemajuan dunia harus seimbang dengan pemberian rasa aman di dalam keluarga. 

Ia tak ingin anak-anaknya merasa jauh dari orang tua karena adanya luka batin akibat komunikasi yang kaku.

“Aku nggak mau punya keluarga yang tegang. Aku pengen diciptakan keluarga yang hangat, ngegedein anak-anak yang happy karena keluarganya selalu menghadirkan keseruan dan kehangatan,” ujar Ayu Dewi.

Bekali Agama dan Bebaskan Eksplorasi Musik

Dalam hal pengembangan bakat dan kepintaran, Ayu memiliki strategi khusus untuk ketiga anaknya. Pendidikan agama menjadi fondasi utama yang tidak bisa ditawar.

Ia menekankan agar anak-anaknya tidak hanya sekadar menghafal doa, tetapi juga mengerti maknanya sebagai bekal ibadah.

Selain agama, seni musik menjadi instrumen kedua yang ia perkenalkan.

Ayu membebaskan anak-anaknya memilih alat musik yang disukai sebagai media berekspresi. 

“Nomor satu mereka harus bisa mengaji, menghafalkan dan juga mengerti. Kedua musik, anak-anak selalu aku perkenalkan sama musik dan nanti mereka milih sukanya yang mana,” terangnya.

Manajemen Emosi dan Ruang Diskusi

Menariknya, Ayu Dewi dan suami tidak menerapkan pembagian peran polisi baik dan polisi jahat. Sebaliknya, mereka lebih mengedepankan keterbukaan emosi.

Jika salah satu orang tua sedang merasa emosional, mereka memilih untuk berhenti sejenak dan memberi ruang sebelum berbicara kembali kepada anak.

Hal ini dilakukan agar anak-anak belajar mengenai resolusi konflik yang sehat.

Ayu selalu membiasakan ruang diskusi di rumah, bahkan membiarkan anak-anaknya berdebat secara sehat untuk melatih pemikiran kritis.

“Kalau mereka punya pertanyaan, mereka bebas bertanya sama mama papanya. Mereka berdebat sama adik-kakaknya, ya silakan. Itu kan berarti anak-anak belajar kalau ada perbedaan pendapat atau konflik, gimana cara solusinya yang aman dan nggak nyakitin hati,” imbuhnya.

Pesan untuk Orang Tua

Menghadapi anak yang mulai beranjak remaja, Ayu berpesan agar orang tua selalu menjadi rumah yang paling nyaman.

Dengan begitu, apa pun gejolak yang dialami anak di luar sana, mereka akan selalu kembali dan bercerita kepada orang tuanya.

Ia berharap para orang tua di Indonesia bisa terus belajar menciptakan karakter anak yang luar biasa unggul namun tetap memiliki keseimbangan antara emosional dan spiritual. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#ayu dewi #pendidikan agama #musik #mendidik anak #karakter