Kenapa Gadget Bikin Anak Muda Sekarang Lebih Gampang Depresi?, Berikut Penjelasan Dari Maudy Ayunda

M Robit Bilhaq • Dipublikasikan Kamis, 30 April 2026 | 09:30 WIB
Ilustrasi anak yang kecanduan dengan handphone. (Jawapos.com)
Ilustrasi anak yang kecanduan dengan handphone. (Jawapos.com)

RADARTUBAN - Generasi muda di era sekarang ini biasa disebut dengan "Generasi Cemas" (The Anxious Generation). 

Maudy Ayunda mengulas buku karya psikolog sosial Jonathan Haidt yang menjelaskan terkait mengapa tingkat kecemasan, depresi, dan isolasi sosial melonjak drastis sejak awal 2010-an.

Berikut adalah poin-poin penting dari ulasan buku tersebut.

1. Perubahan Struktur Masa Kecil (Childhood Rewiring)

Secara alami memiliki bersifat antifragile, yaitu mereka tumbuh melalui tantangan dan eksplorasi.

Namun, masa kecil yang dulu diisi dengan bermain bebas di luar (play-based) saat ini digantikan oleh masa kecil berbasis ponsel (phone-based). 

Baca Juga: Generasi Emas Tapi Cemas: Psikolog Beberkan Kunci Hadapi Quarter Life Crisis

Hal tersebut menjadikan anak-anak kehilangan kesempatan untuk belajar menyelesaikan konflik sosial secara langsung, mengambil risiko kecil, dan membangun kemandirian.

2. Dampak Tersembunyi Kehidupan Berbasis Layar

Penggunaan ponsel yang berlebihan ternyata menimbulkan empat dampak besar, yaitu

• Kurangnya Interaksi Tatap Muka

Koneksi emosional menjadi lebih dangkal karena lebih nyaman berkomunikasi menggunakan handphone.

• Penurunan Kualitas Tidur

Paparan cahaya layar sebelum tidur dapat mengganggu mood dan konsentrasi.

• Fragmentasi Perhatian

Otak terbiasa berpindah-pindah fokus sehingga sulit berkonsentrasi lama.

• Ketidakstabilan Emosional

Paparan harian terhadap perbandingan sosial, FOMO, dan drama online menyebabkan rasa tidak percaya diri.

3. Krisis Kesehatan Mental pada Remaja

Data menunjukkan bahwa lonjakan depresi dan kecemasan yang signifikan sejak 2012. 

Remaja perempuan cenderung terdampak oleh tekanan standar kecantikan dan citra visual di media sosial (implode). 

Sementara remaja laki-laki cenderung menarik diri ke dalam dunia game atau konten algoritmik, yang berujung pada rasa kesepian dan kehilangan motivasi (explode).

Jonathan Haidt menawarkan beberapa saran yang menantang tetapi penting dilakukan, yaitu

Menunda penggunaan smartphone hingga usia 14 tahun dan media sosial hingga usia 16 tahun.

Membuat ritual bebas layar (screen-free rituals), seperti saat makan atau sebelum tidur.

Membangun aksi kolektif antar orang tua dan sekolah untuk menciptakan lingkungan tanpa ponsel.

Fokus pada lingkungan offline yang restoratif, seperti olahraga, seni, dan mengajarkan teknik grounding untuk mengatasi cemas.

Maudy menekankan bahwa ini bukanlah misi orang tua saja, tetapi adalah tanggung jawab kolektif masyarakat untuk mengembalikan ruang anak-anak agar dapat tumbuh dengan koneksi nyata yang sehat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : Youtube Maudy Ayunda
generasi cemas jonathan haidt the anxious generation kecemasan depresi